Rismon Sianipar diperiksa
Dari 49 pertanyaan, Rismon menyebut pemeriksaan terhadap dirinya belum selesai. Iapun berharap diberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk menjelaskan hasil penelitiannya.
Kalau ingin melihat buku Jokowi’s White Paper, Rismon mengatakan jauh dari kebencian karena buku itu hanya berisi metode-metode tentang ijazah tersebut.
“Belum selesai (pemeriksaan), karena diluaran sana dikatakan fitnah, kebencian dan lain-lain. Bagaimana kebencian itu ada kalau kita ada parameternya, ada metodenya, ada kajian terhadap output tersebut, bahkan tidak menyentuh personal pak Joko Widodo,” jelasnya.
Ia menambahkan, peneliti bisa saja salah, tetapi tidak boleh berbohong. “Pertanyaannnya, jika Bareskrim menyatakan penelitian kami salah, mana yang benar? Buktikan, tunjukkan kepada publik itu baru kita menjadi negara yang beradab,” sebut Rismon.
Pengacara Rismon Sianipar, Jahmada Irsang mengatakan kliennya dicecar 49 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Kemudian, penyidik juga menanyakan soal 37 link video kepada Rismon.
“Tapi kami tanya, yang berhubungan langsung (Video) dengan klien kami Rismon Sianipar itu berapa? katanya kurang lebih 12 (Video),” kata Jahmada.
Oleh sebab itu, kata Jahmada, jika ada video yang tidak berkaitan dengan kliennya, maka tidak perlu dipertanyakan.
Jahmada pun menyepakati dengan penyidik untuk menanyakan kliennya soal 12 video tersebut.
“Tapi dari 12 itu bayangkan sampai sekarang baru 2 video yang dibelah yang dijawab oleh klien kami, sudah memakan waktu berjam-jam,” kata Jahmada.
“Kita sepakat tadi, penyidiknya juga baik sekali dan kooperatif memberikan kesempatan kepada klien kami kembali ke sini (Polda Metro Jaya) hari Senin (1/9/2025) pukul 09. 30 pagi. Pokoknya sampai tuntas,” sebutnya.
(Ipl/EN)






















