
Patrolmedia, Moskwa – Gempa Rusia berskala kolosal bermagnitudo 8,8 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Timur Jauh, Rabu (30/7/2025), dan langsung memicu tsunami yang menyapu bersih kawasan pesisir.
Video: Pesisir Kamchatka Rusia Dihantam Tsunami Usai Gempa Magnitudo 8,8 Lebih Dulu Mengguncang
Gelombang setinggi hingga 4 meter meluluhlantakkan infrastruktur penting dan menyeret peralatan hingga ratusan meter ke daratan, sebagaimana dilansir AFP Rabu (30/7/2025).
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada hanya 19,3 kilometer di bawah permukaan tanah, kedalaman yang terlalu dangkal untuk bisa meredam daya rusaknya.
Episentrum terletak 126 km dari Petropavlovsk-Kamchatsky, kota dengan populasi lebih dari 165.000 jiwa yang berada tepat di tepi Teluk Avacha.
Alarm tsunami segera berbunyi. Kota Severo-Kurilsk yang berjarak 350 kilometer dari pusat gempa, jadi salah satu korban terparah.
Tsunami merobek kawasan pelabuhan, melumat pabrik perikanan, dan nyaris menyentuh monumen Perang Dunia II, titik yang selama ini dianggap aman karena berada 400 meter dari garis pantai.
Walikota Alexander Ovsyannikov mengatakan gelombang tsunami setinggi itu menghancurkan kawasan pelabuhan dan pabrik perikanan lokal di Severo-Kurilsk.
“Semua orang telah dievakuasi. Ada cukup waktu, satu jam penuh. Jadi, semua orang sudah dievakuasi, semua orang berada di zona aman tsunami,” kata Ovsyannikov dalam keterangannya.
Di sisi lain, Vera Kostamo, anggota tim ekspedisi mengungkap, tenda-tenda milik ekspedisi Masyarakat Geografis Rusia hancur total diterjang gelombang.
“Yang bisa kami lakukan hanya lari ke tempat tinggi. Sepatu bot, tanah licin, kabut tebal, semuanya membuat kami nyaris tak bergerak. Tapi kami selamat,” kata Kostamo kepada Komsomolskaya Pravda.
Barang-barang mereka terseret jauh, berserakan sepanjang pantai.
Tak satu pun tersisa, kecuali nyawa yang berhasil diselamatkan dengan keputusan cepat.
Pemerintah wilayah Sakhalin langsung menetapkan status darurat, menyusul potensi gempa susulan yang diperkirakan bisa mencapai kekuatan 7,5 skala Richter.
Layanan pemantauan seismik menyebut gempa ini sebagai yang paling kuat sejak tragedi tahun 1952.
Catatan Kritis untuk Para Pemimpin dan Pengambil Keputusan:
Bencana ini bukan sekadar angka di grafik seismik.
Ini adalah peringatan brutal, bahwa zona Pasifik masih menjadi titik paling aktif dan mematikan di dunia.
Infrastruktur pesisir perlu revisi besar-besaran, sistem peringatan dini harus bekerja dalam hitungan detik, bukan menit, dan logistik evakuasi tak boleh lagi bergantung pada keberuntungan.
(Ft/Pal)






















