Ekonomi Israel Rontok Usai Perang Lawan Iran 12 Hari

Ekonomi Israel Rontok
Bangunan rusak akibat serangan rudal Iran terlihat di Bat Yam, Israel, Minggu (15/6/2025). Ketegangan Israel-Iran memuncak usai saling serang sejak Sabtu malam, dengan rekaman drone menunjukkan kerusakan parah di sejumlah wilayah. (REUTERS/Ronen Zvulun)
Ekonomi Israel Rontok
Bangunan rusak akibat serangan rudal Iran terlihat di Bat Yam, Israel, Minggu (15/6/2025). Ketegangan Israel-Iran memuncak usai saling serang sejak Sabtu malam, dengan rekaman drone menunjukkan kerusakan parah di sejumlah wilayah. (REUTERS/Ronen Zvulun)

Patrolmedia, Tel Aviv -:- Israel baru saja menelan pil pahit pasca berperang jangka pendek tapi boros biaya yang luar biasa. Hanya 12 hari perang melawan Iran, ekonomi Israel rontok babak belur.

Biaya perang tembus miliaran dolar dan bikin keuangan negara megap-megap.

Menurut Financial Express, minggu pertama saja Israel sudah gelontorkan dana sekitar USD5 miliar.

Biaya harian perang USD725 juta per hari, yang mana USD593 juta buat menyerang dan sisanya, USD132 juta untuk pertahanan dan mobilisasi militer.

The Wall Street Journal bahkan menyebut sistem antirudal mereka bisa memakan biaya USD10 juta–200 juta per hari.

Ekonomi Israel Rontok Runtuh dan Alami Kerugian Besar

Kalau perang lanjut sampai sebulan, biayanya bisa tembus USD12 miliar, kata Aaron Institute for Economic Policy. Itu belum termasuk dampak domino lainnya yang lebih parah dari sekadar hitungan kas.

1. Defisit Anggaran Makin Menggila

Ekonom Palestina, Naser Abdelkarim mengatakan perang ini bukan cuma menguras kantong militer Israel.

Aktivitas ekonomi ikut jeblok. Estimasi kasar: total kerugian bisa sampai USD20 miliar. Defisit anggaran diprediksi naik 6%, dan pemerintah harus keluar duit tambahan buat kompensasi warga sipil yang terdampak.

2. Ribuan Rumah Rusak, Negara Bingung Bayar Ganti Rugi

Lebih dari 10.000 warga Israel kabur dari rumah mereka. Sekitar 36.465 bangunan rusak. Otoritas Pajak Israel banjir permintaan kompensasi.

Pemerintah Israel sudah mulai kelimpungan.

Ada 3 opsi yang mereka timbang:

  • Potong anggaran publik (termasuk kesehatan & pendidikan).
  • Naikin pajak
  • Atau nambah utang lagi.

Dari semua opsi ini, sama-sama pahit buat rakyat Israel.

Kementerian Keuangan Israel bahkan minta tambahan USD857 juta ke Kementerian Pertahanan, sambil potong USD200 juta dari sektor kesehatan dan layanan sosial.

Sementara itu, 450.000 prajurit cadangan dipanggil, biaya personel meledak.

Mata uang shekel pun sempat nyungsep ke 3,7 per dolar, meski belakangan sempat naik sedikit ke 3,5. Tapi tetapsaja stabilitas ekonomi Israel lagi diuji habis-habisan.

3. Ekonomi Israel Melambat, Rakyat Siap-Siap Hidup Susah

Pengangguran terancam naik, kemiskinan mengintai, dan pertumbuhan ekonomi melambat. Iran menyasar infrastruktur penting:

Kilang minyak terbesar Israel, Bazan, lumpuh, rugi USD3 juta per hari

Bandara Ben Gurion sempat tutup total, padahal biasa melayani 300 penerbangan dan 35.000 penumpang per hari.

Maskapai nasional El Al juga panik, terpaksa mengubah rute demi keamanan.

Bayangkan, penerbangan ke Paris mendarat darurat di Siprus. Penerbangan ke Bangkok malah dialihkan ke Roma.

4. Bursa Berlian Kena Rudal, Pasar Panik

Bursa berlian Israel yang menyumbang 8% ekspor nasional dihantam rudal Iran. Pasar keuangan goyang, investor panik, saham anjlok. Bursa Efek Tel Aviv sempat drop tajam karena aksi jual besar-besaran.

Pembangunan ulang? USD6 juta lagi harus dikeluarkan.

5. Gencatan Senjata? Masih Tanda Tanya

Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan gencatan senjata “total” antara Israel dan Iran, tapi besoknya malah terjadi serangan lagi. Israel menuduh Iran melanggar perjanjian, Iran balik bantah dan siap balas.

Iran bahkan menyerang pangkalan militer AS di Qatar pakai rudal. Sementara Israel terus ngegas dengan serangan ke 3 lokasi nuklir Iran.

Data terakhir:

  • 25 warga Israel tewas, ratusan luka
  • 430 warga Iran tewas, lebih dari 3.500 luka-luka

 

Editor: Fatmi Rahim