
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam mendukung hal itu telah menyiapkan berbagai skema, termasuk pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
“Agar lulusan dari daerah tak perlu bersaing dengan peserta luar untuj mendapat pendidikan spesialis,” ucap Budi.
“Beasiswa juga akan diberikan ke mereka yang komitmen kembali dan mengabdi di daerah asalnya,” tambahnya.
RSUD Tarempa mulai dibangun, Menko PMK Pratikno pun mengapresiasi atas capaian positif Kepri dalam melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis.
“Saya mengucapkan selamat kepada Kabupaten Anambas dan Kepulauan Riau. Selamat untuk Anambas karena mendapatkan rumah sakit baru. Selamat kepada Pak Gubernur atas capaian Cek Kesehatan Gratis yang mencapai 86,5 persen di 90 puskesmas,” ucap Pratikno.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menyebut saat ini ketersediaan tenaga medis di Anambas masih sangat terbatas.
“Saat ini hanya ada satu dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta satu dokter spesialis anak, sementara dokter spesialis penyakit dalam dan bedah, belum,” ungkapnya.
Kekurangan tenaga medis membuat banyak pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut harus dirujuk ke luar daerah, setidaknya memakan biaya dan waktu yang tak sedikit.
“Kondisi ini tentu jadi tantangan besar bagi kami, apalagi dengan jarak yang jauh dan transportasi laut yang memakan waktu lama.”
“Dengan adanya peningkatan RSUD Tarempa menjadi tipe C, kami berharap pelayanan kesehatan di daerah ini bisa lebih optimal,” kata Ansar.
Masyarakat Anambas menyambut baik pembangunan RSUD Tarempa yang baru.
Mereka berharap RSUD ini dapat menangani kasus medis yang lebih kompleks tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.
Editor: Paldia Putra






















