Israel Bebaskan 183 Tahanan Palestina

Semua tahanan yang dibebaskan memerlukan perawatan medis akibat kekejaman yang mereka alami di penjara Israel

Tahanan Palestina
Tahanan Palestina yang dibebaskan Hatem Quaider, 39 tahun, disambut oleh kerumunan saat tiba di Jalur Gaza setelah dibebaskan dari penjara Israel menyusul perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Sabtu 8 Februari 2025. (Foto AP/Abdel Kareem Hana)
Tahanan Palestina
Tahanan Palestina disambut saat keluar dari bus Palang Merah setelah dibebaskan dari penjara Israel menyusul perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di kota Ramallah, Tepi Barat, Sabtu, 8 Februari 2025. (Foto AP/Mahmoud Illean)

Ketujuh tahanan tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan.

Semua tahanan yang dibebaskan hari ini memerlukan perawatan medis, pengobatan, dan pemeriksaan akibat kekejaman yang mereka alami selama beberapa bulan terakhir.

“Ada tujuh orang yang dipindahkan ke rumah sakit,” kata Abdullah al-Zaghari, Kepala Klub Tahanan Palestina kepada AFP.

Dari 183 tahanan Palestina yang dibebaskan Israel, beberapa di antaranya mereka terlihat kurus kerontang dan lemah.

Melansir AP, Minggu (8/2/25), Bulan Sabit Merah mencatat, terdapat 7 orang dibawa ke rumah sakit.

Banyak warga Palestina yang dibebaskan selama gencatan senjata tampak kurus kering dan pucat.

Mereka mengaku mengalami penyiksaan dalam tahanan Israel.

Palang Merah menyatakan pihaknya semakin khawatir tentang kondisi seputar operasi pembebasan.

Palang Merah mendesak semua pihak untuk memastikan pembebasan dilakukan secara bermartabat dan bersifat pribadi.

 

 

Editor: Fatmi Rahim