
Tak hanya TikTok, REDnote juga punya fitur andalannya sebagai berikut:
- Video Pendek: Platform berbasis video singkat yang memungkinkan pengguna untuk membagikan konten kreatif.
- Marketplace: Pengguna dapat berbelanja langsung melalui aplikasi.
- Personalisasi Linimasa: Halaman “Explore” dan “Trending” memberikan pengalaman konten yang sesuai dengan minat pengguna.
- Konten Lokal: Tab “Nearby” memungkinkan pengguna menemukan konten dari orang-orang di sekitar lokasi mereka.
Fitur-fitur tersebut bakal menawarkan pengalaman belanja dan hiburan bagi pengunanya dalam satu platform.
Meski sedang trending, REDnote masih menghadapi tantangan dalam operasional globalnya.
Sebagian besar menu di aplikasi masih menggunakan bahasa Mandarin, termasuk logo dan nama aplikasi di toko aplikasi, walau ada beberapa bagian aplikasi sudah mendukung bahasa Inggris.
Selain itu, isu privasi dan keamanan data pengguna tetap menjadi perhatian, mengingat aplikasi ini berasal dari Tiongkok yang sering dikaitkan dengan pemerintah negaranya. Hal ini mirip dengan tantangan yang dihadapi TikTok di AS.
Disamping itu, polemik TikTok dan pemerintah AS telah berlangsung sejak 2020. Trump pertama kali yang paling bersikeras ingin memblokir TikTok lantaran dianggap mengancam keamanan nasional.
TikTok dituding punya keterkaitan dengan pemerintah Tiongkok yang berpotensi mengancam data pengguna AS.
Menepis tudingan Trump, saat itu TikTok meluncurkan Project Texas dengan menggandeng perusahaan infrastruktur cloud asal AS, Oracle. Sayangnya upaya itu tak cukup meredakan kekhawatiran pemerintah AS.
Presiden AS Joe Biden akhirnya mengesahkan Undang-Undang “Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act,” yang memaksa ByteDance, perusahaan induk TikTok untuk dijual ke perusahaan non-Tiongkok, pada 2024 lalu.
ByteDance diancam jika tidak menjualnya maka TikTok akan diblokir di AS.
Hingga saat ini, Mahkamah Agung (MA) AS belum menyatakan keputusan akhir atas pemblokiran TikTok. Sebagian besar hakim dipastikan mendukung Undang-Undang pelarangan TikTok.
Red Note muncul sebagai alternatif menarik di tengah isu pemblokiran TikTok di AS. Dengan fitur yang serupa dan tambahan marketplace, aplikasi ini berhasil menarik perhatian pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia, di mana aplikasi ini mulai naik peringkat di App Store.
Kendati demikian, REDnote belum bisa merasa senang walau sudah diatas angin. Sebab, tidaklah mudah tantangan dalam operasional global dan isu keamanan privasi pengguna yang menjadi hal penting, jika tidak lekas diatasi.
Editor: Chandra A Putra






















