Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai 19 Januari 2025, Sandera Akan Dibebaskan

Tak ada jeda bagi warga Palestina di Gaza walau kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada Rabu (15/1) malam

Gencatan Senjata
Lebih dari 100 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada Rabu (15/1). (Foto: Reuter)
Israel-Hamas
Ratusan truk bantuan dilaporkan menunggu di dekat perbatasan Mesir dengan Gaza, siap untuk mengirimkan pasokan yang sangat dibutuhkan. (Foto: Reuters)

Seorang sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 3 sandera pertama yang akan dibebaskan adalah wanita.

Pada Jumat, Kementerian Kehakiman Israel menerbitkan daftar 95 tahanan Palestina yang katanya akan menjadi bagian dari kelompok pertama yang dibebaskan sebagai ganti sandera. Mereka terdiri 69 wanita, 16 pria, dan 10 anak di bawah umur, menurut AFP.

Jumat itu juga diadakan pertemuan di Kairo untuk membahas mekanisme pelaksanaan kesepakatan tersebut, kata seorang pejabat senior Mesir kepada BBC.

Semua pengaturan yang diperlukan telah disetujui, termasuk pembentukan ruang operasi bersama untuk memastikan kepatuhan, yang akan mencakup perwakilan Mesir, Qatar, AS, Palestina, dan Israel, kata pejabat itu.

Televisi berita Al-Qahera yang dikelola pemerintah Mesir juga mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa mereka telah sepakat untuk memfasilitasi masuknya 600 truk bantuan per hari selama gencatan senjata.

Itu akan membutuhkan peningkatan lebih dari 14 kali lipat dari rata-rata harian yang dilaporkan PBB pada Januari sebanyak 43 truk.

Namun, Rik Peeperkorn, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia di Gaza, mengatakan kemungkinannya sangat besar jika penyeberangan Rafah dengan Mesir dan penyeberangan lainnya dibuka.

WHO juga berencana membangun sejumlah rumah sakit prafabrikasi mendukung sektor perawatan kesehatan yang hancur.

Separuh dari 36 rumah sakit di Gaza tidak berfungsi, sementara rumah sakit lainnya hanya berfungsi sebagian.

Tidak ada jeda bagi warga Palestina di Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada Rabu (15/1) malam.

Badan Pertahanan Sipil yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan total 117 warga Palestina, termasuk 32 wanita dan 30 anak-anak, telah tewas dalam serangan Israel sejak saat itu.

Tamer Abu Shaaban mengatakan keponakan perempuannya yang masih kecil terbunuh pecahan rudal saat ia bermain di halaman sekolah di Kota Gaza, tempat keluarganya yang mengungsi berlindung.

“Apakah ini gencatan senjata yang mereka bicarakan?” kata Abu Shaaban kepada kantor berita Reuters saat berdiri di samping jasadnya di kamar mayat.

“Apa yang dilakukan gadis muda ini, anak ini, hingga pantas menerima ini,” sambungnya.

Militer Israel mengatakan pada Kamis sore bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap 50 diduga target teroris di seluruh Gaza pada hari sebelumnya dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kerugian bagi warga sipil.

 

Editor: Fatmi Rahim