Bakal Diblokir AS, Pengguna TikTok Pindah ke RedNote

RedNote adalah pesaing TikTok yang populer di kalangan anak muda di Tiongkok, Taiwan dan populasi berbahasa Mandarin lainnya

Pengguna TikTok
Pengungsi TikTok" hijrah ke aplikasi China RedNote, mereka disambut dengan tangan terbuka. (Foto: Ist)
Pengguna TikTok
Pengungsi TikTok” hijrah ke aplikasi RedNote, yang juga berbasis di Cina. Mereka disambut dengan tangan terbuka oleh platform tersebut. (Foto: Ist)

Patrolmedia.co.id, AS – Pengguna TikTok di Amerika Serikat (AS) berbondong-bondong beralih ke aplikasi China terbaru bernama RedNote.

Pasalnya, media sosial milik Shou Zi Chew itu terancam akan diblokir di Amerika Serikat (AS). Kini undang-undang yang bakal melarang TikTok tengah diajukan ke Mahkamah Agung (MA) AS pada Jumat (10/1/25) lalu.

Pengguna menyebut diri mereka pengungsi TikTok. Aplikasi RedNote pun tiba-tiba paling banyak diunduh di App Store Apple AS pada Senin (13/1/25) kemarin.

RedNote adalah pesaing TikTok yang populer di kalangan anak muda di Tiongkok, Taiwan dan populasi berbahasa Mandarin lainnya, dilansir dari BBC, Rabu (15/1/25).

Aplikasi ini memiliki sekitar 300 juta pengguna bulanan dan terlihat seperti gabungan TikTok dan Instagram.

Rednote ini memungkinkan pengguna yang sebagian besar adalah wanita muda perkotaan, untuk saling bertukar kiat gaya hidup mulai dari kencan hingga mode.

Para hakim MA akan memutuskan undang-undang yang menetapkan batas waktu 19 Januari bagi TikTok untuk menjual aplikasinya di AS atau akan diblokir di negeri paman Sam itu.

TikTok telah berulang kali menyebut, mereka tidak akan menjual bisnisnya di AS dan pengacaranya telah memperingatkan larangan tersebut dinilai melanggar perlindungan kebebasan berbicara bagi 170 juta pengguna platform tersebut di AS.

Sementara, RedNote menyambut pengguna barunya dengan tangan terbuka. Setidaknya 63 ribu postingan tentang topik “pengungsi TikTok”, di mana pengguna baru diajari cara menavigasi aplikasi dan cara menggunakan frasa dasar bahasa Mandarin.

“Kepada tuan rumah kami di Tiongkok, terima kasih telah mengundang kami – mohon maaf sebelumnya atas kekacauan yang terjadi,” tulis seorang member baru Rednote di AS.