Batam  

Flyover Laksamana Ladi Ganti Nama Jadi Flyover Sungai Ladi, LAM Apresiasi BP Batam

Rudi menyampaikan permohonan maaf kepada LAM atas penamaan tersebut dan mengganti nama menjadi Flyover Sungai Ladi.

Flyover Sei Ladi
Flyover Laksamana Ladi yang diresmikan Kepala BP Batam pada Selasa (31/12/24) lalu, kini sudah berganti nama dengan Flyover Sei Ladi.
Flyover Sei Ladi
Flyover Laksamana Ladi yang diresmikan Kepala BP Batam pada Selasa (31/12/24) lalu, kini sudah berganti nama dengan Flyover Sungai Ladi. (Foto: BP Batam) 

Patrolmedia.co.id, Batam – Flyover Laksamana Ladi yang baru saja diresmikan Kepala BP Batam Muhammad Rudi pada Selasa (31/12/2024) lalu, kini berganti nama menjadi Flyover Sungai Ladi.

Sejak dibangun dan setelah diresmikan, penamaan jembatan layang “Laksamana Ladi” menuai polemik bagi warga Batam.

Sebab, BP Batam memberi penamaan jembatan Laksamana Ladi sebagai sosok tokoh lokal Melayu di kawasan itu.

Sementara, tokoh Melayu di Kepri dan Lembaga Adat Melayu (LAM) tidak pernah mendengar nama Laksamana Ladi maupun dalam sejarah, namun untuk kata Ladi diakui memang ada, termasuk adanya nama suku ladi.

Protes pun dilayangkan LAM Batam dengan mengeluarkan pernyataan keras agar BP Batam menelaah kembali penamaan jembatan flyover Laksamana Ladi.

Menanggapi protes itu, pada Kamis 2 Januari 2024, sekitar pukul 20.00 WIB, Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyampaikan permohonan maaf kepada LAM atas penamaan tersebut dan mengganti nama menjadi Flyover Sungai Ladi.

LAM Batam pun mengapresiasi keputusan Muhammad Rudi untuk mengganti nama Flyover Laksamana Ladi menjadi Flyover Sungai Ladi.

Ketua Umum LAM Kota Batam, YM. H. Raja Muhamad Amin dalam keterangannya menyebut Muhammad Rudi yang bergelar Dato’ Setia Amanah merupakan figur pemimpin berjiwa besar.

Raja mengatakan, hal itu terbukti dengan kebesaran hatinya yang mau mendengarkan masukan dan saran dari LAM, sejarawan Kepulauan Riau, tetua adat dan pemuka adat lainnya terkait penggantian nama flyover.

“Ini menunjukkan beliau (Muhammad Rudi) pemimpin besar dan amanah serta tau betul bahwa beliau sedang memimpin negeri Melayu yang sarat dengan makna sejarah serta penuh dengan Tamaddun Melayu,” kata Raja.

Ia berterima kasih kepada Rudi yang langsung bertindak usai polemik penamaan Flyover dengan panjang 120 meter hingga menimbulkan perdebatan bagi masyarakat Batam.

“Kami ucapkan terima kasih sekalung budi karena sudah berlapang dada dan menerima masukan kami,” tutupnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi juga berterima kasih atas dukungan dan perhatian LAM Batam.

Menurutnya, dukungan itu menjadi modal penting dalam membangun Batam Kota Baru yang modern dan madani.

“Saya atas nama pribadi mengapresiasi dukungan dari LAM dan para tokoh masyarakat. Mari bersama-sama kita berkontribusi untuk kemajuan kota tercinta ini,” ucap Rudi, Minggu (5/1/2025).

Ia juga mengajak elemen masyarakat tetap menjaga kekompakan demi menciptakan situasi kondusif.

Kota Batam, lanjut Rudi, memiliki potensi luar biasa sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia.

Tantangan dan rintangan untuk melangkah maju memerlukan dukungan dari seluruh komponen daerah dan lapisan masyarakat.

“Saya berpesan agar kita tetap bersatu padu dalam menjaga stabilitas daerah. Jangan terpecah belah karena satu dan lain hal yang bisa mengganggu situasi kondusif dan keamanan kota ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, BP Batam merilis siaran pers yang disebarkan Humas BP Batam pada Selasa, 24 Desember 2024 dengan judul “Kepala BP Batam Tinjau Pekerjaan Akhir Proyek Flyover Sei Ladi.

Dalam siaran pers itu BP Batam menjelaskan sejarah singkat dan asal usul nama Laksamana Ladi yang disebut-sebut sebagai tokoh lokal pada masanya.

Siaran pers itu juga menyebut Sosok Laksamana Ladi merupakan tokoh lokal penting dalam sejarah di masa Kesultanan Melayu Riau-Lingga. Ia dikenal sebagai pemimpin angkatan laut yang tangguh.

 

Editor: Erwin Syahril