
Memahami psikologi diri dapat membantu investor menghindari keputusan emosional, mengelola risiko dengan lebih baik dan membangun disiplin dalam mengikuti strategi investasi.
Ada beberapa situasi bias psikologi dalam investasi. Pertama, overconfidence bias, yaitu merasa terlalu yakin dengan keputusan investasi sehingga mengabaikan risiko.
Kedua, loss aversion yaitu ketakutan terhadap kerugian yang membuat investor enggan menjual saham yang sudah merugi, berharap harga akan pulih.
Ketiga, herd mentality yaitu mengikuti tren pasar tanpa analisis yang jelas karena tekanan sosial atau takut tertinggal.
Keempat, confirmation bias yaitu hanya mencari informasi yang mendukung keyakinan kita dan mengabaikan data yang bertentangan.
Agar emosi tidak menguasai keputusan investasi, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan. Pertama, tetapkan tujuan investasi jangka panjang.
Fokus pada tujuan akhir membantu menghindari reaksi impulsif terhadap fluktuasi jangka pendek.
Menentukan tujuan investasi yang jelas, apakah investasi yang dilakukan untuk dana pensiun, pendidikan anak, atau membeli rumah.
Tujuan ini akan membantu Anda fokus pada gambaran besar. Dengan tujuan yang jelas, Anda lebih mungkin bertahan dalam menghadapi fluktuasi pasar.
Kemudian membuat rencana investasi. Tetapkan alokasi aset berdasarkan profil risiko Anda (agresif, moderat, atau konservatif).






















