ESG membantu memastikan perusahaan bertanggung jawab terhadap dampak lingkungannya. Konsumen, pemerintah, dan investor semakin peduli pada jejak karbon dan penggunaan sumber daya yang berkelanjutan.
Hal ini membuat aspek Environmental dari ESG sangat penting dalam menilai risiko jangka panjang dan keberlanjutan bisnis.
Kedua, kesadaran sosial yang meningkat. Isu-isu sosial seperti hak asasi manusia, kesejahteraan karyawan, kesetaraan gender, dan hak pekerja telah menjadi perhatian utama.
Social dalam ESG memastikan perusahaan memperhatikan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat, pekerja, dan pelanggan.
Perusahaan yang mengabaikan aspek sosial berisiko kehilangan kepercayaan dari publik dan investor.
Ketiga, permintaan investor untuk investasi berkelanjutan. Investor kini semakin menyadari pentingnya berinvestasi di perusahaan yang berkelanjutan.
Banyak investor institusional, seperti dana pensiun dan manajer aset besar, memperhitungkan kriteria ESG dalam portofolio mereka.
Mereka menyadari bahwa perusahaan dengan praktik ESG yang baik cenderung lebih stabil, berisiko rendah, dan lebih berkelanjutan di masa depan.
Keempat, perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah. Pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, semakin mengadopsi kebijakan yang mendukung keberlanjutan.
Ini termasuk regulasi terkait pengurangan emisi karbon, hak-hak pekerja, dan transparansi tata kelola. Perusahaan yang tidak mematuhi standar ESG berisiko terkena sanksi atau kehilangan akses ke pasar tertentu.






















