
Patrolmedia.co.id, Solok – Isra Mi’raj 2023 resmi
diperingati pada Sabtu, 18 Februari 2023 atau 27 Rajab.
Di Solok, peringatan perjalanan spiritual Nabi Muhammad S.A.W itu, digelar di Mesjid Agung Al-Muhsinin Kota Solok, Jum’at (17/2/23) dan dihadiri Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani.
Ramadhani mengatakan, satu hikmah dari isra Mi’raj 2023 ini yang paling penting adalah tentang wajibnya sholat lima waktu yang Allah perintahkan langsung pada Nabi Muhammad SAW.
Untuk itu dirinya mengajak semua yang hadir untuk merenungkan tentang eksistensi peristiwa isra’ mi’raj nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, secara akal pikiran semata, perjalanan dari Masjidil haram Mekah ke Masjidil Aqsa Palestina yang berjarak ribuan kilometer, di tambah (mi’raj) perjalanan dari Masjidil Aqsa ke langit ke tujuh sampai di Sidratul Muntaha hanya di tempuh dalam waktu beberapa jam saja.
“Kalau dipikir secara logika tidaklah mungkin terjadi karena di masa itu tekhnologi canggih belum ada, namun jika di pandang dengan kacamata keimanan, maka itu sangatlah mungkin terjadi dengan satu kata kunci,” kata Ramadhani.
“Jika Allah sudah berkehendak maka apapun bisa terjadi, apalagi peristiwa itu di alami oleh kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW,” sambungnya.
DDalam Tausiyah Ustadz memaparkan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wassalam (SAW).
Dengan peristiwa Isra’ Mi’raj ini kata ustadz, umat Islam di seluruh dunia mengenal yang namanya sholat dan diwajibkan untuk melakukan sholat 5 waktu dalam sehari semalam.
Satu-satunya Rasul yang diberikan kesempatan melakukan perjalanan Isra Mikraj adalah Nabi Muhammad SAW, karena ummat Nabi Muhammad adalah ummat yang paling ribet dan cerdas.
Terbukti semakin kebelakang manusia makin cerdas dan makin lama makin maju. Tingkat kecerdasan makin meningkat tubuh manusia makin pendek dan akal makin cerdas,.
Ditambahkannya, dengan kecerdasan yang dimiliki akan menimbulkan pribadi yang tidak bagus, bagi yang cerdas makin banyak kebutuhan, makin berani dan makin sulit diatur. Dalam kehidupan sangat dibutuhkan kecerdasan yang seimbang, kecerdasan tersebut seimbang satu sama lainnya.
Saat ini kecendrungan orang tua yang ingin anaknya jadi anak hebat dicarilah sekolah yang bermutu dengan lembaga pendidikan yang seimbang. Kehidupan yang seimbang akan didapatkan melalui tiga tempat, rumah, mesjid dan diladang (tempat bekerja). (Abak)






















