Solok  

Kader PAN Sumbar Minta Wabup Solok Mundur, Jon Pandu: Seharusnya Bupati Epyardi yang Mundur

Bupati Solok Epyardi Asda dan Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu
Bupati Solok Epyardi Asda dan Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu. (Foto: dok)

“Kalau seperti ini, bukan Wabup dan Ketua DPRD yang mundur, tapi Bupati Epyardi Asda lah yang seharusnya mundur, dengan segala kegagalan dan kegaduhan yang dibuatnya dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Solok”

Patrolmedia.co.id, Solok – Wakil Ketua DPW PAN Sumbar, Zulherman meminta Wakil Bupati Kabupaten Solok Jon Firman Pandu dan Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra, mundur dari jabatannya.

Menanggapi itu, Jon Firman Pandu menyebut seharusnya Bupati yang harus mundur dari kekuasaannya, sebab kekisruhan Pemkab Solok berawal dari ulah Bupati Epyardi Asda sendiri.

“Seharusnya Bupati Epyardi yang Mundur. Kita paham Zulherman orang PAN, tentu ia akan bela kader PAN dan tidak mungkin bela Partai lain. Namun belajarlah melihat persoalan itu dari banyak sudut pandang dan tidak hanya sekedar kepentingan satu kelompok saja,” kata Pandu,” Senin (27/6).

“Padahal dia (Zulherman) sudah pernah menjabat sebagai ketua DPRD di daerah lain, artinya dia sudah punya pemikiran yang luas, ternyata masih sempit cara berfikirnya,” tambahnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra menilai hal itu upaya pengaburan fakta terhadap kondisi yang terjadi di Kabupaten Solok saat ini.

Dodi menilai kegagalan Bupati Solok Epyardi Asda menjalankan pemerintahan, justru dicoba untuk menimpakan kesalahan ke pihak lain.

Menurut Dodi, Zulherman yang juga mantan Ketua DPRD, tentu paham Tupoksi masing-masing penyelenggara pemerintahan, yakni eksekutif dan legislatif.

“Lima tahun pak Zulherman menjadi Ketua DPRD, seharusnya dia tahu Tupoksi eksekutif dan legislatif dalam pemyelenggaraan pemerintahan,” sebut Dodi.

“Kini, tiba-tiba dia meminta Wabup dan saya untuk mundur. Saya menjadi Ketua DPRD karena perintah dari Partai Gerindra yang secara regulasi dan aturan adalah partai pemenang Pemilu 2019,” jelas Dodi.