Bisnis  

Investor Bisa Pilih Saham di 3 Papan Pencatatan BEI, Simak Kriterianya

Papan elektronik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta.

Perusahaan yang sahamnya tercatat di Papan Pengembangan harus diaudit akuntan publik, minimal setahun terakhir dengan opini WTM.

Jumlah minimal pemegang saham bagi Perusahaan Tercatat di Papan Pengembangan minimal adalah sebanyak 500 pihak dan menawarkan sahamnya minimal sebanyak 20%.

Jika besaran nilai ekuitas antara Rp500 miliar sampai Rp2 triliun, maka minimal saham yang ditawarkan 15%.

Sementara jika besaran nilai ekuitas di atas Rp2 triliun, maka saham yang ditawarkan ke publik minimal 10% dengan harga saham perdana minimal sebesar Rp100.

Terakhir, terdapat Papan Akselerasi yang khusus ditujukan untuk perusahaan skala kecil dan menengah sesuai POJK 53/POJK.04/2017, yaitu perusahaan beraset kurang dari atau sama dengan Rp250 miliar.

Perusahaan tercatat di Papan Akselerasi hanya dipersyaratkan membukukan pendapatan sejak beroperasi tanpa ada pesyaratan harus membukukan laba.

Namun maksimal di tahun keenam sudah dapat mencatatkan laba usaha. Laporan Keuangan Audit oleh akuntan publik dipersyaratkan setahun terakhir atau sejak berdiri, dengan opini WTM.

Perusahaan Tercatat di Papan Akselerasi minimal wajib dimiliki oleh 300 pihak dan menawarkan sahamnya minimal sebanyak 20%, dengan harga saham minimal Rp50.

Para investor yang memilih saham-saham di Papan Akselerasi terutama harus mengamati bagaimana potensi dan proyeksi kinerja keuangan perusahaan ke depan.

Dilihat dari kriteria perusahaan-perusahaan yang tercatat di Papan Akselerasi, papan ini mungkin menjadi pertimbangan bagi para investor yang tertarik dengan growth dan potensi perusahaan ke depan.

Dengan banyaknya perusahaan yang tercatat di 3 papan pencatan BEI, investor tentu punya pilihan perusahaan dengan berbagai macam karakteristik.

Maka, penting bagi investor untuk mempelajari karakteristik dan fundamental perusahaan secara seksama, agar bisa mengambil keputusan investasi sesuai profil risiko dan tujuan investasi pribadi.

Sumber: BEI Kepri
Editor: Erwin Syahril