Awal Berdiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya Kalahkan Jayakatwang

Ilustrasi kerajaan Kadiri digempur pasukan gabungan Raden Wijaya dan Mongol untuk menumbangkang Jayakatwang. (Foto: net)

Jayakatwang bersama 10.000 tentaranya tak berdaya menahan serangan bertubi-tubi pasukan gabungan dibawah komando Raden Wijaya. Belum lagi pasukan Mongol dipersenjatai meriam dan membuat pasukan tentara Jayakatwang kalang kabut.

Kemenangan pun diperoleh pasukan gabungan Raden Wijaya yang mengharuskan Jayakatwang mati dalam peperangan.

Misi balas dendam Raden Wijaya untuk mertuanya, Kertanegara, tercapai. Kerajaan Kadiri (Panjalu) yang belum setahun berdiri itu kembali tenggelam.

Siasat Raden Wijaya

Usai menumbangkan Jayakatwang, Raden Wijaya diam-diam menyerang balik pasukan Mongol.

Raden Wijaya berpura-pura meminta izin ke pasukan Mongol untuk kembali ke Majapahit mengambil upeti yang dijanjikannya. Raden Wijaya dikawal pasukan utusan Kubilai Khan itu.

Dalam perjalanan ke Majapahit, serangan mendadak Raden Wijaya berhasil membasmi sekitar 200 pasukan pengawal Mongol.

Selanjutnya, pasukan Raden Wijaya juga menggempur pasukan Mongol yang tengah asik berpesta merayakan kemenangan melawan Jayakatwang.

Sebagian besar, diperkirakan 60% pasukan Mongol dibantai dan sisanya terbirit-birit kabur meninggalkan Jawa menggunakan kapal mereka.

Sukses mengalahkan Jayakatwang dan Mongol, Raden Wijaya secara sah mendeklarasikan diri sebagai Raja Majapahit, penerus Singasari.

Raden Wijaya sebagai pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit memimpin dari tahun 1293 -1309 M dan bergelar abiseka yakni Kertarajasa Jayawardhana.

Majapahit pun menjadi imperium bercorak Hindu-Buddha terbesar dalam sejarah Nusantara sejak awal berdiri 1293 hingga runtuh 1527 Masehi.

Penulis & Editor: Erwin Syahril