Gayatri Enggan Pimpin Majapahit, Dyah Gitarja Naik Tahta

Ilustrasi Dyah Gitarja Tribuwana Tunggadewi, Raja ke 3 Majapahit.
Panbil Mall
Ilustrasi Dyah Gitarja Tribhuwana Tunggadewi, Raja ke 3 Majapahit.

Patrolmedia.co.id – Sepeninggal Jayanagara yang tewas ditikam tabibnya Ra Tanca pada 1328 M, Dyah Gitarja Tribhuwana Tunggadewi naik tahta.

Sebenarnya, pengganti yang berhak memimpin Majapahit adalah ibu Dyah Gitarja yakni Gayatri yang merupakan istri Raden Wijaya.

Namun Gayatri enggan dengan tahta tersebut karena dirinya sudah melepas ambisi duniawi dengan menjadi bhiksuni, seperti diceritakan Parakitri Simbolon, Menjadi Indonesia, Volume 1, 2006: 30.

Gayatri kemudian memberi titah kepada putri sulungnya Dyah Gitarja menjadi ratu penguasa Majapahit.

Gitarja pun bersedia hingga kelak mengantar Majapahit ke gerbang kejayaan dan demi baktinya kepada sang ibunda.

Kabar Gitarja bakal naik tahta sempat memantik keraguan di kalangan pejabat istana. Alasannya, sepanjang sejarah kerajaan Majapahit tak pernah dipimpin seorang perempuan.

Namun, Gitarja berhasil menepis skeptisme itu dan justru menjadi pembuka gerbang Majapahit menuju masa keemasan.

Kendati dipercaya memimpin Majapahit, Gitarja sebetulnya tidak pernah terpikir kalau dirinya bakal dinobatkan sebagai Raja.

Naik tahtanya Raja perempuan pertama di kerajaan Majapahit itu disebabkan karena saat itu tak ada sosok laki-laki dari keturunan Raden Wijaya.

Jayanegara, Raja ke 2 Majapahit Dibunuh Tabibnya, Gajah Mada dan Gayatri Terlibat?