Hadiri Wisuda XXX Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Ini Pesan Ramadhani ke Mahasiswa

Wawako Ramadhani menghadiri
Wawako Ramadhani menghadiri wisuda angkatan XXX Universitas Fort De Kock 2021. (Foto: Ist)

Patrolmedia.co.id, Bukittinggi – Wawako Solok Ramadhani menghadiri Wisuda Angkatan XXX Universitas Fort De Kock Tahun 2021.

Dihadapan 399 mahasiswa yang di wisuda, Ramahani berpesan agar tidak cepat berpuas dan berbangga diri yang berlebihan.

Sebab kelulusan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal menapaki hidup yang sesungguhnya.

“Memang ini akhir dari proses pendidikan, namun menjadi awal dari sebuah kehidupan,” kata Ramadhani, dalam sambutannya di Hall Universitas Fort De kock Bukittinggi, Sabtu (6/11).

Ramadhani berpesan agar para lulusan jangan memandang sesuatu dengan mudah. Menurutnya, gelar yang didapatkan dari kampus tidak cukup menjadikan sukses nantinya karena persaingan di luar kian ketat.

“Maka semua harus dapat mempertanggujawabkan apa yang diperoleh hari ini,” ucapnya.

Bagaimana caranya?

Ramadhani menyebut, tentu dengan bekerja keras, bekerja cerdas, mengasah keterampilan, meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta menjaga sikap agar tetap baik.

“Karena akhlak yang baik akan membawa ananda semua menuju sukses yang sebenarnya,” ucapnya.

Pendidikan tinggi sebagai salah satu dimensi pengembangan kapasitas, khususnya pengembangan SDM tidak saja diperlukan untuk kehidupan pribadi, tetapi juga
bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.

Ramadhani yakin dan percaya, seluruh orangtua yang menguliahkan adik-adik di Universitas Fort De Kock tidak semata-mata ingin agar  memperoleh gelar dan mendapatkan ijazah, namun lebih dari itu semua.

“Kami ingin agar adik-adik bisa menjadi manusia yang mampu mengelola dan berbakti pada negaranya dengan kreativitas yang dimiliki,” ujarnya.

Tak lupa Ramadhani berterimakasih ke seluruh civitas akademika Universitas Fort De Kock Bukittinggi, serta mengucapkan selamat kepada wisudawan-ti yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, tak ada gading yang retak, tapi retak itulah yang membuktikan asli tidaknya sebuah gading.

“Salah dan janggal mohon dimaafkan,” ucapnya.

Jelang mengakhiri,

Diakhir sambutannya Ramadhani menyampaikan sebait dua bait pantun.

“Kota Solok terkenal dengan berasnya
Beras Solok memang tak ada tandingannya
Hari ini kita semua boleh berbangga
Karena adik-adik semua, telah siap menjadi calon pemimpin bangsa,”

“Jauh di kedalaman Bukit Barisan
Tampak indah sekumpulan rusa
Penuh perjuangan penuh pengorbanan Semua terbayar tak sia-sia” tutul Ramadhani

Terlihat wisuda itu cukup spesial bagi Ramadhani. Sebab, diantara wisudawati terlihat Dona Ramadhani, istri tercintanya yang juga berhasil menyelesaikan pendidikan pasca sarjana.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Yogi Subroto