Berbagai program sosialisasi yang dilakukan Pemko Solok kepada warganya demi wujudkan agrowisata. Masyarakat harus jeli melihat peluang ekonomi dari kedatangan orang ke Payo. Hal itu dapat diwujudkan dengan menyediakan makanan dan minuman dari hasil produksi pertanian mereka. Setidaknya bisa muncul warung-warung minuman di sepanjang jalan, serta kios-kios bunga krisan. Selain ada deplot, masyarakat juga dibimbing membudidayakan bunga krisan.
Tak sampai disitu, Pemko Solok mulai melirik potensi tanaman kopi Payo. Bahkan Zul Elfian dan dan Reinier optimis dengan hal tersebut, dibuktikan dengan peninjauannya serta mensosialisasikan kopi payo sebagai salah satu kopi asli Solok.
Menurut Zul Elfian, pengembangan tanaman kopi telah dikembangkan di Kawasan Payo yang merupakan dataran tinggi di Solok. Setidaknya ini menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Jenis yang dikembangkan di Payo sendiri adalah jenis kopi Robusta yang telah tumbuh subur di Kawasan Payo.
“Kami sangat berharap dengan adanya potensi ini, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, kami selalu minta ke OPD terkait untuk proaktif mengembangkan potensi ini,” kata Zul.
Ia mengatakan masyarakat seharusnya dapat memanfaatkan kondisi yang ada dilapangan untuk menjadikan payo sebagai pusat agrowisata.
Masyarakat dapat membangun warung-warung kopi yang menyediakan langsung seduhan kopi payo. Sehingga wisatawan yang berkunjung tak hanya melihat kopi saja tapi juga bisa menikmatinya.
“Ini peluang besar bagi masyarakat, tentunya kami sebagai pemerintah selalu berupaya membuka peluang usaha bagi masyarakat,” kata Zul.
Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa memakan jagung bakar, rebus pisang, gorengan maupun makanan ringan yang dibuat dari hasil pertanian.






















