Sementara pada kesempatan memberikan sambutan yang sekaligus membuka Diklat PJI 2019,
Boechori yang juga nara sumber untuk materi “Wawasan Kebangsaan” dan “Jurnalisme Investigasi menegaskan kalau PJI tidak memiliki kebiasaan meminta-minta dana atau mengedarkan proposal saat mengadakan kegiatan organisasi.
“Setiap penyelenggaraan acara didanai bersama oleh seluruh anggota PJI,” katanya.
Selain itu ditandaskan pula keberpihakan PJI secara jelas kepada Dewan Pers, kendati muncul berbagai penentangan terhadap lembaga bentukan pemerintah ini.
Ketua Panitia Diklat PJI 2019, Anton Hery Wibawa mengatakan para wartawan dari berbagai daerah sangat antusias mengikuti kegiatan Diklat terutama dari luar Jawa.
“Kali pesertanya kita batasi demi menjaga kualitas. Peserta dari Jawa Timur adalah jurnalis dengan wilayah tugas di Sumenep, Bangkalan, Probolinggo, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Malang dan lainnya,” kata Anton.
Sementara, lanjutnya, untuk Jawa Tengah dan Jawa Barat baru registrasi ini jelang Diklat.
Diklat III ini merupakan sumbangsih pengabdian PJI terhadap perkembangan dunia jurnalis di Indonesia untuk menghasilkan jurnalis handal yang bekerja berdasarkan KEJ dan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999,” kata Anton saat laporan Panitia Diklat
Diklat dihadiri Mayor Nambang Kepala Penerangan Daerah Militer V/ Brawijaya), Kompol Sutrisno Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Prasetyo Legiun Veteran Jawa Timur, AKP M. Achyar SH MH Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Surabaya dan Komandan Rayon Militer Tenggilis Mejoyo. (Cahyono)






















