
Arsyad mengatakan penanaman mangrove wujud nyata mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan hidup atau kawasan hutan mangrove dan ekosistemnya.
Secara fisik, hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai penahan abrasi pantai, penahan ombak, penahan angin, penahan peresapan air laut, menurunkan kandungan gas karbondioksida (Co2) di udara dan bahan-bahan pencemaran diperairan rawa pantai.
“Secara biologi, hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup, berlindung, mencari makan, dan asupan biota laut seperti ikan dan udang serta satwa liar lainnya seperti monyet, buaya muara, biawak dan burung,” terang Arsyad.
Untuk budidaya ikan lele, lanjut Arsyad, merupakan peran serta TNI dalam memacu pemanfaatan Potensi Maritim, sehingga diharapkan dapat membantu perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini juga berdampak pada peningkatan kearifan lokal, akhirnya bisa meningkatkan ketahanan pangan di Kepri,” paparnya.
Arsyad menyebut pemberdayaan wilayah pertahanan, bertujuan membantu pemerintah dalam menyiapkan potensi Nasional, menjadi kekuatan pertahanan negara yang disiapkan secara dini.
“Pemberdayaan ini meliputi wilayah pertahanan bersama kekuatan pendukungnya berupa Sumber Daya Nasional,” pungkasnya.
Editor: Erwin Syahril
Sumber: Penlantamal IV






















