“Kami telah berjuang dengan apa yang kami bisa. Tidak, kami tak akan menyalahkan siapa-siapa. Kader kami, pengurus PSI, Caleg kami, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Tapi inilah keputusan rakyat,” katanya.
Grace juga mengungkapkan, PSI tidak sama sekali menyesal atas setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh selama membangun partai berlambang kepalan tangan yang menggenggam bunga mawar itu.
“Kami, anak-anak muda PSI telah terlibat sebuah perjuangan yang bagi kami sangat luar biasa,” katanya.
PSI, kata Grace, mengucapkan terima kasih karena di tengah apatisme politik, partainya berhasil membuktikan bahwa orang mau berkontribusi: menyumbang uang, membantu mencetak alat peraga kampanye, menyumbang tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi berjuang bersama PSI.
“Kepada mereka semua, kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya.
Grace meminta kawan-kawan pengurus dan caleg tidak putus asa. Meskipun kandas melewati parliamentary threshold di level nasional, dirinya yakin bahwa akan banyak kawan-kawan yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD provinsi dan kabupaten kota.




















