Sekitar 2,5 juta Generasi Alpha lahir setiap minggu. Membuat jumlahnya akan bengkak menjadi sekitar 2 miliar pada 2025.
Sejumlah studi kemudian dilakukan untuk mengetahui preferensi gaya hidup, politik, dan ekonomi generasi ini. Gunanya untuk menerka bagaimana perputaran dunia di masa mereka.
Bayangkan, di tangan Milenial saja, bumi terasa berputar lebih cepat dan manusia makin lengket dengan kecanggihan teknologi. Bagaimana kelak, ketika Generasi Z dan Generasi A yang pegang kuasa?
Alasan lain studi-studi ini dilakukan adalah jumlah masa tiap generasi yang makin banyak. Terkaan preferensi gaya hidup mereka akan sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan produsen kebutuhan hidup.
Tentang barang-barang apa saja yang perlu dijual dan diciptakan demi menuruti perubahan sosial yang terjadi pada generasi ini.
Berkat perubahan yang dibawa generasi-generasi sebelumnya, Generasi Alfa kini dikenal sebagai generasi paling berpengaruh dalam kehidupan manusia.
Ukurannya adalah umur mereka yang masih sangat dini, tetapi dapat memengaruhi putaran ekonomi dunia.
Ahli strategi pemasaran Christine Carter mengamini ini. Setidaknya Generasi Alfa gelombang pertama ini menghabiskan 18 juta dolar per tahun hanya untuk mereka sendiri. Lewat konsumsi mainan, pakaian, dan tetek-bengek teknologi baru yang cuma ada di zaman ini.
Generasi ini juga diprediksi akan jadi generasi yang jauh lebih terdidik daripada Generasi Z, lebih akrab dengan teknologi, dan jadi generasi paling sejahtera.
Sejauh ini, masa depan terdengar seperti tempat yang membahagiakan, demikian dilansir tirto.id.
Editor: Niko Irawan




















