
Orang paling tua dari Generasi Z berusia 21 atau 22 tahun. Artinya, sebagian dari mereka sudah memasuki dunia kerja dan siap menginvasi generasi sebelumnya.
Potensi mereka besar. Generasi ini adalah orang-orang paling terdidik yang pernah ada di dunia. Jika perbandingan sarjana pada Generasi Baby Boomers adalah 1 banding 5, sementara Generasi X adalah 1 banding 4, dan Generasi Y adalah 1 banding 3, maka Generasi Z diisi 1 banding 2 orang.
Selain punya lebih banyak sarjana, mereka juga memulai sekolah lebih awal dari generasi sebelumnya. Membuat generasi ini lebih akrab dengan teknologi, lebih gesit, dan serba-bisa alias multi-tasking.
Generasi Z juga jadi orang-orang terakhir yang lahir di abad 20. Sesuai namanya, huruf Z pada generasi ini membatasi mereka dengan generasi berikutnya: orang-orang abad ke-21.
Salah satu pertanyaan penting kemudian muncul. Jika beragam generasi ini sudah dinamai X, Y, dan sampai pada Z, maka apa nama yang tepat untuk generasi berikutnya. Lalu, pertanyaan penting lain: siapa mereka?
Perkenalkan Generasi Abad 21: Generasi Alpha
Analis sosial-cum-demograf Mark McCrindle dari grup peneliti McCrindle adalah orang pertama yang membuka topik ini: tentang nama generasi yang lahir di abad 21.
Dalam makalah Beyond Z: Meet Generation Alpha, ia mengungkapkan, generasi berikutnya akan dinamai sesuai abjad. Itu sebabnya mereka yang lahir setelah Generasi Z akan dipanggil Generasi A alias Generasi Alfa.
Tahun kelahirannya dimulai dari 2010. Menurut McCrindle, Generasi Alpha—yakni anak-anak dari Generasi Milenial—akan menjadi generasi paling banyak di antara yang pernah ada.






















