Waspada Penipuan Investasi Berkedok Deepfake AI, Begini Cara Lindungi Diri

Deepfake AI
Ilustrasi penipuan investasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) deepfake. (Foto: Ist)
Panbil Mall
Deepfake AI
Ilustrasi penipuan investasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) deepfake. (Foto: Ist)

Patrolmedia, Jakarta – ​Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum Bursa Efek Indonesia (BEI) Umi Kulsum menekankan pentingnya sikap kritis dan waspada penipuan investasi berkedok Deepfake AI di tengah gempuran teknologi digital.

​”Investor yang waspada selalu memverifikasi informasi dan menjaga keamanan datanya,” kata Umi, dalam keterangannya yang diterima Patrolmedia dari BEI Kepri, Sabtu (31/10/2026).

Isu ini menjadi salah satu sorotan utama dalam kampanye World Investor Week (WIW) 2026, yang diangkat melalui ajang Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Gedung BEI, Jakarta, pada 14 Oktober lalu.

Kampanye tersebut berfokus pada tiga pilar: Investor Resilience, Digital Deception, and Scam Alert.

​Kenali Modus Penipuan Berbasis AI

​Kemajuan AI kerap disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengelabui investor. Berikut sejumlah modus dan trik yang harus diwaspadai:

​Video Deepfake AI Tokoh Terkenal: Munculnya video atau suara tokoh publik yang seolah-olah merekomendasikan saham tertentu atau menawarkan investasi beruntung besar padahal hasil manipulasi teknologi.

Influencer Sintetis & Dokumen Palsu: Materi promosi, laporan, hingga testimoni fiktif yang dirancang sangat profesional untuk mengelabui korban.

​Iming-Iming Keuntungan Instan: Ajakan investasi dengan janji profit tinggi tanpa risiko, disertai tekanan agar segera mentransfer dana atau menyerahkan data pribadi dalam waktu singkat.

​Tips Aman Memanfaatkan AI dan Berinvestasi

​Meski menyimpan risiko penipuan, AI tetap bisa dimanfaatkan secara positif jika diiringi langkah pengamanan yang tepat:

​Gunakan AI Sebagai Alat Bantu Saja: AI sangat berguna untuk belajar istilah keuangan atau merangkum topik. Namun, hasilnya tidak boleh ditelan mentah-mentah dan harus diverifikasi ulang.

Cek Legalitas Resmi: Selalu pastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki izin dan terdaftar di lembaga berwenang (seperti cek langsung di www.idx.co.id).

​Amankan Data Pribadi: Jangan pernah membagikan password, PIN, kode OTP, atau data rekening kepada pihak yang tidak dikenal. Gunakan kata sandi kuat yang berbeda-beda serta aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).

​Riset Mandiri: Jangan membuat keputusan investasi hanya berdasarkan tren media sosial, ajakan influencer, atau rekomendasi instan dari aplikasi tanpa analisis mendalam.

 

Editor: Erwin Syahril