PT PLN (Persero) menetapkan Suroso Isnandar sebagai direktur utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Rabu, 14 Oktober 2026. Dengan keputusan itu, Suroso resmi menggantikan Darmawan Prasodjo di posisi puncak perusahaan listrik pelat merah tersebut.
Informasi pergantian pimpinan itu dikonfirmasi oleh Komisaris Independen PLN, Andi Arief. Ia menyebut perubahan terjadi pada jabatan direktur utama, dengan Darmawan digantikan oleh Suroso. Sebelum mendapat amanah baru, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.
Andi menjelaskan, RUPS berlangsung secara daring melalui zoom meeting dan dimulai sekitar pukul 18.30 WIB. Menurut dia, agenda rapat diikuti oleh seluruh jajaran direksi, komisaris, serta BP BUMN. Dalam forum tersebut, keputusan perombakan susunan direksi diambil sebagai bagian dari penyegaran kepemimpinan perusahaan.
Usai penetapan itu, Andi menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas kiprahnya selama memimpin PLN. Ia menilai Darmawan telah memberi kontribusi penting, terutama dalam mendorong berbagai perubahan di tubuh perusahaan. “Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Andi juga menyatakan keyakinannya bahwa Suroso mampu melanjutkan agenda pembenahan yang sudah berjalan. Ia berharap kepemimpinan baru PLN dapat meneruskan proses transformasi perusahaan, termasuk pada bidang pengembangan proyek dan energi bersih yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Suroso.
Perubahan pucuk pimpinan ini menandai babak baru bagi PLN di tengah tuntutan peningkatan layanan, efisiensi, dan penguatan transisi energi. Sebagai perusahaan setrum milik negara, arah kebijakan PLN kerap menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan agenda energi nasional.






















