
Berita Populer OTO: Penjualan Jetour T1 dan Kebijakan Insentif Kendaraan Hibrida
Pada Rabu (15/7), kabar mengenai jumlah pemesanan Jetour T1 dalam kurun waktu sebulan setelah resmi diluncurkan di Indonesia menjadi salah satu berita yang menarik perhatian. Selain itu, isu tentang rekomendasi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terkait pemberian insentif untuk kendaraan hybrid juga menjadi topik utama.
Berikut adalah rangkuman lengkap berita populer OTO:
Jetour T1 Raup 800 SPK dalam Sebulan, Tipe PHEV Terbanyak
Jetour T1 berhasil memikat pasar otomotif Indonesia dengan mencatatkan penjualan sebesar 800 Surat Pesanan Kendaraan (SPK) dalam sebulan sejak debutnya. Varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Intelligent Dual Mode (i-DM) menjadi pilihan utama konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik pada kendaraan yang menggabungkan efisiensi bahan bakar dengan teknologi ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, varian PHEV juga menawarkan fleksibilitas penggunaan karena dapat berjalan dengan baterai atau mesin pembakaran dalam. Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir kehabisan daya saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Gaikindo Minta Hybrid, PHEV, dan REEV Ikut Dapat Insentif
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk memperluas pemberian insentif kendaraan elektrifikasi. Saat ini, insentif hanya diberikan untuk kendaraan listrik sepenuhnya (BEV). Namun, Gaikindo menilai bahwa kendaraan hibrida seperti HEV, PHEV, dan REEV juga layak mendapatkan dukungan.
Menurut Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie Sugiarto, kendaraan hibrida memiliki berbagai keunggulan. Pertama, mereka hemat bahan bakar dan rendah polusi. Kedua, kendaraan hibrida tidak bergantung pada stasiun pengisian daya, sehingga lebih praktis untuk penggunaan harian. Ketiga, kendaraan hibrida masih menggunakan komponen Internal Combustion Engine (ICE) yang mendukung industri lokal.
Dengan pemberian insentif, diharapkan minat masyarakat terhadap kendaraan hibrida akan meningkat, yang pada akhirnya dapat membantu pemerintah mencapai target pengurangan emisi karbon.
Tren Penjualan Kendaraan 2026, Hampir 1 dari 4 Mobil Baru Terjual adalah xEV
Tren penjualan kendaraan elektrifikasi (xEV) di Indonesia terus meningkat pesat. Data yang dirilis oleh Gaikindo menunjukkan bahwa hampir 1 dari 4 mobil baru yang terjual pada paruh pertama tahun 2026 merupakan kategori xEV.
Berdasarkan data tersebut, distribusi wholesales xEV sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 117.108 unit. Angka ini berkontribusi sebesar 26,8 persen dari total pasar otomotif domestik yang mencapai 436.564 unit.
Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya mobilitas ramah lingkungan. Selain itu, peningkatan penjualan xEV juga mencerminkan adanya dukungan dari pemerintah maupun pelaku industri dalam mempercepat transisi menuju kendaraan listrik.
Dengan adanya peningkatan penjualan xEV, diharapkan industri otomotif Indonesia dapat lebih cepat beradaptasi dengan tren global, sekaligus memperkuat posisi negara dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan.






















