Lokal  

Jembatan putus 4 tahun di Polman akhirnya akan dibangun, warga tak lagi andalkan rakit bambu

Ringkasan Berita:

  • TNI berencana membangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Polman, menggantikan jembatan yang putus diterjang banjir sejak 2022.
  • Selama jembatan belum diperbaiki, warga dari empat dusun terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu dan jembatan limpas.
  • Pembangunan jembatan diharapkan membuka akses transportasi, ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini terisolasi.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN– Jembatan penghubung antara empat dusun  yang putus akibat luapan banjir di Desa Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) segera dibangun, Selasa (30/6/2026).

Jembatan sepanjang 33 meter itu hancur diterjang banjir 2022 lalu, tak kunjung diperbaiki.

Selama ini warga menyeberang sungai gunakan rakit bambu, dan melewati jembatan limpas.

Untuk mengatasi kesulitan warga, TNI akan membangun jembatan lewat probabilitas Jembatan Perintis Garuda.

“Insya Allah di lokasi ini akan dibangun Jembatan Perintis Garuda sebagai akses vital masyarakat,” kata Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin dalam keterangannya.

Rencana pembangunan tersebut disampaikan Dandim usai survey lokasi di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga.

Dandim bersama Danramil Wonomulyo, perangkat desa dan tokoh masyarakat melihat langsung titik rencana pembangunan.

Sekaligus meninjau kondisi medan sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.

“Alhamdulillah hari ini kami turun langsung melakukan survei,” ungkapnya.

Menurut Dandim, pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda.

Tujuannya membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar akses ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dia mengungkapkan, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar memberikan atensi. 

Apalagi sebelumnya Kodim 1402/Polman berhasil membangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali.

Sementara Kepala Desa Tapua,  Ahmad menyambut baik rencana pembangunan jembatan tersebut. 

Menurutnya, masyarakat telah lama menantikan hadirnya akses penyeberangan yang aman setelah jembatan lama hanyut diterjang banjir.

“Alhamdulillah masyarakat sangat bersyukur. Selama lebih dari setahun warga harus menggunakan rakit bambu untuk menyeberang sungai,” kata Ahmad.

Dia menyebut kehadiran Jembatan Perintis Garuda tentu menjadi harapan baru bagi masyarakat desa.

Ahmad berharap, pembangunan jembatan perintis tersebut menjadi solusi permanen untuk mengatasi kesulitan warga.

Untuk diketahui, jembatansepanjang 33 meter ini hanyut diterjang banjir luapan sungai Masunni.

Putusnya jembatan tersebut menyebaban empat dusun terisolir jika hendak menuju kota Polewali.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli