Lokal  

Provokasi tawuran dari medsos, geng motor Batang Hari vs Muaro Jambi, satu tewas

, JAMBI– Provokasi dan tantangan tawuran di media sosial diduga jadi pemicu bentrok di wilayah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi pada Minggu (28/6/2026) dini hari.

Aksi tawuran ini menewaskan satu orang, yakni Gustianto G (19), warga Kecamatan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula dari ajakan tawuran yang disebarkan melalui media sosial dan melibatkan dua kelompok berandalan bermotor.

Saat rombongan menuju lokasi yang telah disepakati, mereka dihadang oleh kelompok lain hingga terjadi aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.

Akibat penganiayaan tersebut, korban GU mengalami luka serius. Meski sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Pemayung, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Selain penganiayaan, pelaku juga merampas satu unit sepeda motor milik korban.

Kronologi penemuan korban

Meskipun tempat kejadian perkara (TKP) pembacokan berada di wilayah Desa Muhajirin, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, korban justru ditemukan oleh personel Polsek Pemayung, Polres Batang Hari, yang tengah menggelar patroli rutin. 

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pemayung sekira pukul 03.00 WIB, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka menganga yang cukup parah.

Kasat Reskrim Polres Batang Hari, AKP M Fachri Rizky mengatakan bahwa satuan patroli malam itu mendapati tiga orang pemuda di pinggir jalan, di mana diantaranya sudah dalam kondisi bersimbah darah.

“Menerima informasi terkait kejadian ini dari patroli Polsek Pemayung  menemukan tiga orang pemuda dengan kondisi satu orang pada saat itu luka di bagian perut luka menganga akibat benda tajam. Pada saat itu, terhadap korban kita bawa ke Puskesmas Pemayung, sedangkan dua orang lainnya dimintai keterangan terkait peristiwa yang terjadi,” katanya.

Berdasarkan hasil interogasi mendalam terhadap dua rekan korban, polisi akhirnya mendapati bahwa peristiwa pembacokan tersebut bukan terjadi di wilayah hukum Batang Hari.

Ia menjelaskan, dari pengakuan para saksi, mereka awalnya memang berniat menuju wilayah Batang Hari untuk melakukan aksi tawuran.

“Akan tetapi pada saat perjalanan mereka menuju Batang Hari, tepatnya di Desa Muhajirin, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, yang bersangkutan terkena sabetan benda tajam oleh orang yang tidak dikenal dan mengakibatkan luka perut di bagian perut akibat benda tajam tersebut,” kelasnya.

Mengenai latar belakang dan identitas kelompok yang terlibat, pihak kepolisian hingga kini masih mendalami apakah insiden ini murni melibatkan geng motor terorganisir atau kelompok pemuda musiman. 

Ia menyebutkan bahwa status keanggotaan kelompok, baik dari sisi korban maupun pelaku, saat ini masih dalam proses penyelidikan intensif.

“Terkait korban ataupun pelaku apakah benar-benar, apakah memang sama-sama dari geng motor, lagi didalami oleh pihak kepolisian,” tuturnya.

Polres Batang Hari sendiri menegaskan tidak akan melonggarkan pengamanan di wilayah perbatasan ataupun jalur-jalur sepi yang kerap dijadikan titik kumpul. 

Ia menjelaskan bahwa seluruh wilayah hukum Polres Batang Hari, khususnya kecamatan yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga, tetap menjadi atensi utama dalam kegiatan patroli preventif.

“Tidak ada titik khusus, akan tetapi ada titik rawan, ada di daerah Pemayung, Tembesi, dan di daerah Bajubang,” jelasnya.

Karena locus delicti atau TKP utama berada di Desa Muhajirin, penanganan perkara tindak pidana ini selanjutnya diserahkan ke Polres Muaro Jambi. (*)

 

Simak berita terbaru di Google News

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi