Kunjungan Forkopimda Sulteng ke Lokasi Gempa

Forkopimda Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan kunjungan ke lokasi yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Kunjungan ini dilakukan pada Rabu (17/6), dengan tujuan untuk memberikan dukungan moril kepada warga terdampak dan memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga yang turut serta dalam rombongan mengatakan bahwa Desa Kamarora A merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak gempa. Ia menjelaskan bahwa kehadiran rombongan tidak hanya untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan baik, tetapi juga memberikan dukungan kepada warga yang sedang berupaya bangkit pasca-bencana.
“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak, menyalurkan bantuan kemanusiaan, serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal,” ucapnya.
Peninjauan Langsung ke Posko dan Rumah Warga
Selain mengunjungi Posko Tanggap Darurat di Kantor Camat Nokilalaki, Forkopimda juga melakukan peninjauan langsung ke rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa. Rombongan berdialog langsung dengan warga, dan kedatangan mereka disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi rumah mereka yang rusak dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Forkopimda menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperhatikan kebutuhan warga dan memastikan bantuan yang diberikan mencukupi.
Data Korban Gempa di Sigi
Berdasarkan data sementara per Rabu (17/6), di Kecamatan Nokilalaki tercatat 74 warga mengalami luka-luka, termasuk tiga orang luka berat dan 71 orang luka ringan. Selain itu, satu warga lanjut usia berusia 64 tahun dilaporkan meninggal dunia.
“Warga yang meninggal, diduga akibat serangan jantung atau hipertensi saat berusaha menyelamatkan anggota keluarganya ketika gempa terjadi,” jelas Kari.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada 1.360 unit rumah, puluhan rumah ibadah dan fasilitas umum. Akibatnya, sebanyak 5.744 jiwa dari 1.813 kepala keluarga mengungsi di sejumlah lokasi terdampak.
“Beberapa warga masih mengungsi lantaran rumah mereka memang tidak layak huni,” tambah dia.
Kondisi Pengungsi dan Bantuan yang Diberikan
Para pengungsi mengaku kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis. Pemerintah daerah dan lembaga bantuan kemanusiaan telah berupaya menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga sedang mempersiapkan rencana pemulihan jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur dan penguatan sistem peringatan dini bencana. Masyarakat diminta tetap waspada dan siap menghadapi potensi gempa susulan.
Kunjungan Forkopimda ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk terus mendampingi warga terdampak dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga bantuan, diharapkan kondisi di wilayah terdampak dapat segera pulih.






















