Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Presiden Prabowo Subianto Mengalir ke Nias
Medan – Sebuah inisiatif penting yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini terus bergulir dan memberikan dampak nyata di berbagai wilayah. Program ini dilaksanakan secara masif melalui Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026, yang dikomandoi oleh Kodam I/Bukit Barisan (BB). Salah satu bukti nyata dari program ini terlihat di wilayah Kodim 0213/Nias, di mana personel Satgas Karya Bakti TNI telah memulai pekerjaan pembangunan rumah bagi warga yang membutuhkan.
Secara spesifik, pada hari Selasa, Juni 2026, para prajurit TNI mulai merenovasi dan membangun kembali rumah milik Bapak Samueli Buulolo, yang berlokasi di Desa Simandraolo, Kecamatan Gunungsitoli. Proyek ini merupakan bagian integral dari sasaran RTLH yang menjadi fokus utama Satgas Karya Bakti TNI, bekerja sama erat dengan Korem 023/Kawal Samudera.
Sebelumnya, rumah Bapak Samueli Buulolo memiliki ukuran yang cukup terbatas, yaitu 5×6 meter. Melalui program ini, rumah tersebut tidak hanya direhabilitasi, tetapi juga diperluas menjadi ukuran 6×6 meter. Perubahan ini diharapkan dapat menjadikan hunian tersebut jauh lebih layak huni, memberikan kenyamanan yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas hidup bagi keluarga penerima manfaat program.
Proses pembangunan dimulai dengan tahap awal yang krusial, yaitu pemasangan pondasi. Para personel Satgas TNI menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas ini. Berdasarkan laporan yang diterima dari lapangan, progres pengerjaan rumah ini telah mencapai angka 23 persen, menandakan dimulainya pekerjaan dengan baik.
Kegiatan pembangunan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan, antara lain Yonzipur 1/DD, Yon TP 903/Baluseda, dan Koramil 10/Lolowau. Semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam pelaksanaan proyek ini. Para prajurit menggunakan peralatan kerja yang sederhana namun efektif, seperti sekop dan angkong, untuk menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan.
Kehadiran personel TNI di lokasi pembangunan tidak hanya bertujuan untuk mempercepat proses penyelesaian, tetapi juga untuk memastikan bahwa kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan standar dan sasaran program yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program-program kerakyatan.
Bentuk Kepedulian Pemerintah dan TNI
Kolonel Inf Sandy, Kapendam I/BB, menjelaskan lebih lanjut mengenai makna dan tujuan dari program RTLH bantuan Presiden Prabowo Subianto ini. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata dari kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak dan aman.
“Melalui Karya Bakti TNI Skala Besar, TNI hadir untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kolonel Inf Sandy. Ia menambahkan bahwa program ini memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik semata.
Lebih lanjut, Kolonel Inf Sandy menekankan bahwa program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong di kalangan masyarakat. Semangat kebersamaan ini menjadi pilar penting dalam membangun dan memajukan bangsa. Selain itu, program ini juga berperan dalam memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat, sebuah prinsip yang selalu dijunjung tinggi oleh institusi pertahanan negara.
“Kami berharap rumah yang dibangun ini dapat memberikan kenyamanan dan kehidupan yang lebih baik bagi Bapak Samueli Buulolo beserta keluarganya,” tutup Kolonel Inf Sandy, menyampaikan harapan tulus dari seluruh jajaran yang terlibat dalam program ini. Keberhasilan program ini di Nias menjadi cerminan positif dari upaya pemerintah dalam memberikan solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.




















