Lokal  

Mental Tangguh Polres Rote Ndao: Terapi USEFT Tingkatkan Ketahanan Psikologis Personel

Polres Rote Ndao Tingkatkan Ketahanan Mental Personel Melalui Terapi USEFT

BA’A – Guna memperkuat ketahanan psikologis, meningkatkan profesionalisme, dan mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan berkeluarga, Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao secara serentak menggelar terapi kesehatan mental menggunakan metode Ultimate Spiritual Mental Emotional Freedom Technique (USEFT) bagi seluruh personelnya. Program inovatif ini sejalan dengan arahan strategis dari Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memprioritaskan kesejahteraan mental anggota Polri.

Kegiatan terapi ini dilaksanakan di Mapolres Rote Ndao setelah kegiatan apel pagi, sebelum dilanjutkan dengan sesi olahraga bersama. Kehadiran terapi USEFT ini diharapkan dapat memberikan pondasi mental yang lebih kuat bagi para anggota dalam menjalankan tugas sehari-hari serta dalam interaksi dengan masyarakat.

Mengenal Metode USEFT: Solusi Holistik untuk Kesejahteraan Mental

Metode USEFT merupakan sebuah teknik terapi yang menggabungkan pendekatan spiritual dan emosional untuk mencapai kebebasan mental. Prinsip dasar dari terapi ini adalah memanfaatkan titik-titik energi pada tubuh yang diyakini saling terhubung dengan kondisi emosional dan mental seseorang.

Pelaksanaan terapi ini melibatkan teknik ketukan (tapping) pada titik-titik spesifik di tubuh, yang dikombinasikan dengan pengucapan afirmasi positif. Kombinasi unik ini dirancang untuk melepaskan energi negatif yang terpendam, seperti stres, trauma, kecemasan, dan ketakutan yang mungkin dialami oleh personel akibat tekanan tugas maupun pengalaman pribadi.

Kabag Ops Polres Rote Ndao, AKP Victor Hari Saputra, yang juga merupakan salah satu konselor USEFT terlatih di lingkungan Polres Rote Ndao, memimpin langsung pelaksanaan terapi tersebut. Beliau menjelaskan bahwa setiap individu memiliki dinamika mental yang berbeda, sehingga pendekatan yang personal dan tepat sangat krusial dalam proses pemulihan psikologis.

“Kami siap membantu seluruh personel yang mengalami trauma terhadap sesuatu atau menghadapi kendala dalam pelaksanaan tugas akibat kondisi tertentu,” ujar AKP Victor. Ia menambahkan bahwa dengan mengatasi berbagai trauma yang ada dalam diri, individu akan lebih mudah merasakan kebahagiaan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi keluarga, orang terdekat, dan lingkungan sekitar.

Dampak Positif Nyata: Mengatasi Trauma dan Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, menyoroti dampak positif yang telah dirasakan oleh sejumlah personel dan juga anggota Bhayangkari yang sebelumnya mengalami trauma. Menurut penuturannya, beberapa personel dan Bhayangkari yang memiliki ketakutan terhadap hewan atau serangga, setelah menjalani terapi USEFT, kini menunjukkan perubahan signifikan. Ketakutan tersebut berangsur-angsur hilang, membuktikan efektivitas metode ini dalam membawa dampak positif bagi personel Polres Rote Ndao.

“Metode ini terbukti membawa dampak positif bagi personel Polres Rote Ndao,” ungkap AKBP Mardiono.

Lebih lanjut, AKBP Mardiono menjelaskan bahwa dengan adanya konselor USEFT yang siap sedia di Polres Rote Ndao, terapi ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pelaksanaan terapi rutin. Hal ini sejalan dengan perintah Kapolda NTT untuk memastikan setiap Polres memiliki terapis yang dapat membantu personel kapan pun dibutuhkan.

Afirmasi positif yang diberikan selama proses terapi tidak hanya bertujuan untuk meredakan ketegangan, tetapi juga untuk meningkatkan motivasi kerja, mempercepat pemulihan mental anggota beserta keluarganya, dan pada akhirnya berdampak pada optimalisasi pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Tujuannya adalah membangun personel Polri yang kuat secara mental, profesional dalam tugas, dan harmonis dalam kehidupan keluarga,” tegas AKBP Mardiono.

Rangkaian Kegiatan Mendukung Kesejahteraan Personel

Setelah sesi terapi USEFT, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan bola voli putra yang seru antara personel Polsek Rote Barat Daya melawan Brimob Kompi III Batalyon A Pelopor Polda NTT. Pertandingan ini merupakan bagian dari rangkaian perlombaan yang diselenggarakan oleh Polres Rote Ndao dalam rangka menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan olahraga bersama ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar personel, yang juga berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental.

Dengan adanya program terapi USEFT dan kegiatan pendukung lainnya, Polres Rote Ndao menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia Polri yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kesejahteraan emosional yang prima, demi pelayanan terbaik bagi masyarakat.