BMW: 7 Juta Unit, Andalkan Produksi Cina

BMW Brilliance Automotive Meraih Tonggak Produksi 7 Juta Unit di Tiongkok

BMW Brilliance Automotive (BBA), perusahaan patungan BMW yang beroperasi di Tiongkok, baru-baru ini mencatatkan pencapaian monumental dengan total produksi mencapai 7 juta unit kendaraan. Prestasi signifikan ini diraih hanya dalam hitungan pekan setelah BMW mengumumkan bahwa angka tersebut akan segera tercapai, menunjukkan laju produksi yang pesat dan permintaan yang kuat di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.

Mobil yang menandai unit produksi ke-7 juta adalah BMW Seri 3 Sedan dengan sasis panjang, model G28, edisi Horse Edition. Pencapaian ini semakin relevan mengingat BMW telah meningkatkan kepemilikannya di BBA menjadi 75 persen sejak awal tahun 2022, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan asal Jerman ini terhadap pasar Tiongkok.

Saat ini, BMW mengoperasikan dua fasilitas manufaktur canggih di Shenyang, Tiongkok, yang bertanggung jawab untuk memproduksi berbagai lini model mereka.

  • Pabrik Dadong: Fasilitas ini memiliki peran krusial dalam merakit model-model seperti BMW iX3, Seri 5, i5, dan X5. Meskipun menghadapi penurunan produksi sebesar 40,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 205.783 unit pada tahun 2025, pabrik Dadong tetap menjadi pabrik BMW dengan volume produksi terbesar kedua di dunia. Posisi teratas masih dipegang oleh pabrik Spartanburg di Amerika Serikat yang memproduksi 412.799 unit SUV.

  • Pabrik Tiexi: Berbeda dengan Dadong, pabrik Tiexi menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Dengan kenaikan produksi sebesar 16,4 persen, pabrik ini berhasil memproduksi 330.691 unit kendaraan. Pertumbuhan ini mencerminkan strategi BMW yang adaptif terhadap permintaan pasar lokal.

Salah satu strategi utama BMW di pasar Tiongkok adalah menawarkan varian kendaraan dengan wheelbase yang lebih panjang dibandingkan dengan model global. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang belakang dengan ruang kaki yang lebih lega, sekaligus menciptakan pengalaman kabin yang terasa lebih mewah dan premium.

Pendekatan ini juga telah diperluas ke lini kendaraan listrik masa depan, yaitu Neue Klasse, yang baru-baru ini diperkenalkan di Beijing Auto Show. Model-model seperti BMW iX3 generasi kedua (NA6) dan i3 terbaru (NA8) secara khusus dirancang dengan konfigurasi wheelbase panjang untuk memenuhi preferensi pasar Tiongkok.

Selain penyesuaian dimensi, BMW juga sering kali membekali model-model yang ditujukan untuk pasar Tiongkok dengan fitur-fitur yang lebih lengkap dan material interior berkualitas lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditawarkan di pasar lain. Hal ini seringkali menimbulkan rasa “iri” di kalangan konsumen di negara-negara lain yang mendambakan spesifikasi serupa.

Sejarah produksi BMW di Tiongkok telah terbentang lebih dari dua dekade, dan pencapaian 7 juta unit ini merupakan puncak dari serangkaian tonggak penting yang telah diraih sebelumnya:

  • Pada bulan Mei 2024, kendaraan ke-6 juta yang keluar dari lini produksi di Shenyang adalah BMW i5 berwarna Frozen Pure Grey.
  • Sebelumnya lagi, pada bulan Maret 2023, BMW i3 eDrive40L tercatat sebagai kendaraan ke-5 juta yang diproduksi.
  • Dan pada bulan September 2021, BMW iX3 generasi pertama menjadi kendaraan ke-4 juta yang diproduksi di Tiongkok, menandai langkah awal BMW dalam elektrifikasi di pasar tersebut.

Pencapaian ini menegaskan posisi BMW sebagai pemain utama dalam industri otomotif Tiongkok dan kemampuannya untuk beradaptasi serta merespons kebutuhan dan preferensi konsumen lokal dengan sangat baik.