Pancasila sebagai Perekat Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia: Refleksi Hari Lahir di Jajaran Kemenkum Sumsel
PALEMBANG – Di tengah semangat kebangsaan yang membara, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Selatan menggelar upacara bendera yang khidmat pada Senin, 1 Juni 2016, untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Acara yang dipusatkan di lapangan Kantor Wilayah ini dihadiri oleh seluruh elemen pimpinan tinggi, pejabat struktural, fungsional, hingga seluruh pegawai, menandakan komitmen bersama dalam menjunjung tinggi ideologi negara.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sumsel saat itu, Maju Amintas Siburian, memimpin langsung jalannya prosesi pengibaran Sang Merah Putih. Dalam amanatnya, beliau membacakan pesan penting dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, yang menekankan tema sentral peringatan: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Tema ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah penegasan mendalam tentang peran Pancasila. Ia tidak hanya berfungsi sebagai perekat yang mengikat keragaman suku, agama, dan budaya di Indonesia, tetapi juga menjelma menjadi jangkar moral yang krusial dalam menghadapi berbagai tantangan global. Lebih jauh lagi, Pancasila diyakini sebagai pondasi kokoh untuk mewujudkan perdamaian dunia yang dilandasi keadilan.
Dalam pidato yang dibacakan oleh Kakanwil, seluruh komponen bangsa, terutama generasi muda yang merupakan pewaris masa depan, diajak untuk melampaui sekadar hafalan teks Pancasila. Generasi penerus bangsa didorong untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, yang meresap dalam setiap denyut kehidupan, bukan sekadar menjadi pajangan di dinding kantor atau catatan mati dalam buku sejarah. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kelima sila Pancasila harus terinternalisasi dalam setiap tindakan, perilaku, dan keputusan yang diambil.
Selain itu, amanat tersebut juga mengingatkan para menteri dan seluruh aparatur negara akan tanggung jawab besar mereka. Penting bagi setiap pembuat kebijakan publik untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu berpihak pada keadilan sosial dan senantiasa menjamin hak-hak seluruh masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling rentan.
Pancasila dalam Tindakan: Komitmen Pelayanan Kemenkum Sumsel
Menyikapi amanat tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sumsel, Maju Amintas Siburian, memberikan penekasan khusus yang lebih tajam di hadapan seluruh peserta upacara. Beliau menekankan bahwa bagi seluruh insan Kemenkum Sumsel, “membumikan” Pancasila berarti sebuah komitmen tak tergoyahkan untuk memberikan pelayanan hukum yang bersih, transparan, adil, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi kepada masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
“Pancasila sebagai ideologi harus tercermin secara nyata dalam cara kita berinteraksi dan melayani masyarakat,” ujar Maju Amintas. “Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, serta prinsip keadilan sosial, harus menjadi landasan utama bagi setiap program layanan yang kita hadirkan di Kanwil Kemenkum Sumsel.”
Beliau melanjutkan, momentum Hari Lahir Pancasila ini seyogianya menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran untuk secara aktif menolak segala bentuk intoleransi yang dapat mengancam persatuan. Selain itu, penting untuk terus memperkuat soliditas internal di antara sesama pegawai dan senantiasa bekerja dengan integritas tinggi.
“Mari kita pastikan bahwa kehadiran Kemenkum di Sumatera Selatan benar-benar memberikan kepastian hukum yang adil, dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat luas,” pungkas Maju Amintas Siburian, menutup amanatnya dengan seruan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kerja nyata.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di jajaran Kemenkum Sumsel ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah pengingat akan jati diri bangsa dan fondasi yang menopang keutuhan negara. Dengan Pancasila sebagai panduan, diharapkan setiap instansi pemerintah, termasuk Kemenkum Sumsel, dapat menjalankan fungsinya secara optimal demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa Pancasila tetap relevan dan memegang peranan sentral dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.




















