DPRD Riau: PTPN IV Regional III Lampaui Target 20 Persen

PTPN IV Regional III Penuhi dan Lampaui Kewajiban Pembangunan Kebun Masyarakat

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau kembali menegaskan bahwa PTPN IV Regional III telah memenuhi, bahkan melampaui, kewajiban pembangunan kebun masyarakat atau pola kemitraan sebesar 20 persen sebagaimana diatur oleh pemerintah. Penegasan ini mengemuka dalam sebuah rapat dengar pendapat yang diselenggarakan di Gedung DPRD Riau, Pekanbaru, mempertemukan perwakilan masyarakat adat Desa Kasikan dan Talang Danto dengan jajaran manajemen PTPN IV Regional III.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, ini menjadi forum penting untuk mengklarifikasi berbagai isu terkait kemitraan antara perusahaan negara dengan masyarakat. Dalam keterangannya kepada awak media, Edi Basri menyatakan bahwa pola kemitraan yang selama ini dijalankan oleh PTPN IV Regional III di Provinsi Riau justru telah melampaui ketentuan minimal yang diwajibkan oleh pemerintah.

“PTPN IV di Provinsi Riau itu pola kemitraannya sudah melebihi 20 persen karena bentuk pembangunan kebun itu adalah pola perusahaan negara untuk membangun perkebunan masyarakat itu,” ujar Edi Basri. Ia menambahkan bahwa pola kemitraan ini telah berlangsung secara berkelanjutan melalui berbagai skema, mencakup pembangunan kebun plasma, Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA), hingga pola kemitraan produktif yang melibatkan kelompok tani dan koperasi masyarakat.

Menurut pandangan DPRD Riau, kemitraan yang dijalin oleh PTPN IV Regional III ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam upaya pemerataan ekonomi masyarakat yang berdomisili di sekitar area perkebunan. Meskipun demikian, DPRD Riau tetap berkomitmen untuk memediasi setiap permintaan masyarakat demi menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan operasional perusahaan.

Kemitraan PTPN IV Regional III: Data dan Angka

Corporate Secretary and Legal PTPN IV Regional III, Hotmatua, turut memberikan penjelasan rinci mengenai skala kemitraan yang telah terjalin. Hingga saat ini, perusahaan telah menjalin kemitraan dengan ribuan petani yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Luas total kebun kemitraan yang dikelola bersama masyarakat mencapai sekitar 56 ribu hektare. Angka ini jika dibandingkan dengan luas kebun inti perusahaan yang berkisar 71 ribu hektare, menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan PTPN IV Regional III telah mencapai sekitar 78 persen. Angka ini jauh melampaui ketentuan minimal 20 persen yang diwajibkan oleh pemerintah.

Secara spesifik, di Kabupaten Kampar, yang merupakan wilayah asal Desa Kasikan dan Talang Danto, total kebun masyarakat mitra mencapai sekitar 21 ribu hektare. Angka ini berbanding dengan total kebun inti perusahaan seluas 36 ribu hektare, yang berarti kemitraan di wilayah tersebut setara dengan sekitar 58 persen. Data ini, menurut Hotmatua, menegaskan komitmen kuat perusahaan dalam membangun hubungan kemitraan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN IV Regional III didirikan bukan semata-mata untuk menjalankan fungsi bisnis. Perusahaan ini juga mengemban tanggung jawab sosial dan ekonomi yang besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini telah berulang kali ditegaskan oleh PTPN IV Regional III, yang selalu menekankan bahwa pola kemitraan perkebunan yang mereka jalankan telah melibatkan ribuan kepala keluarga petani dan tersebar di berbagai sentra perkebunan utama di Riau.

Dampak positif dari kemitraan ini tidak hanya terasa pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, tetapi juga meliputi pembangunan infrastruktur perkebunan yang memadai dan penguatan kelembagaan koperasi petani.

Bantuan Ternak Produktif: Investasi Jangka Panjang untuk Masyarakat

Dalam upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat, PTPN IV Regional III juga telah menyalurkan bantuan berupa 20 ekor sapi ternak produktif kepada masyarakat Desa Kasikan dan Talang Danto, Kabupaten Kampar, Riau. Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menjelaskan bahwa bantuan ini dirancang bukan sekadar sebagai dukungan jangka pendek, melainkan sebagai investasi sosial yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Setiap desa menerima paket bantuan yang terdiri dari 10 ekor sapi indukan produktif. Sapi-sapi yang disalurkan merupakan bibit unggulan yang diambil dari peternakan terpilih, dengan usia produktif di bawah dua tahun.

Bambang Budi Santoso menambahkan bahwa setiap desa menerima komposisi sapi jantan dan betina. Tujuannya adalah untuk mendukung proses pengembangbiakan ternak secara mandiri oleh masyarakat. “Dengan komposisi tersebut, kami berharap masyarakat tidak hanya memelihara, tetapi juga mampu mengembangkan populasi ternak secara berkelanjutan. Ini penting untuk memastikan manfaat ekonomi dapat terus tumbuh dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Respons Positif Masyarakat dan Harapan Keberlanjutan

Program bantuan ternak produktif ini disambut dengan sangat baik oleh masyarakat. Datuk Banda Garu selaku Ninik Mamak Desa Talang Danto menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan oleh perusahaan kepada masyarakat adat. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Ini sangat membantu dalam memperkuat ekonomi masyarakat kami. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Kasikan, Alhudri, menilai bantuan ini sebagai peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif berbasis peternakan. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari PTPN IV Regional III. Bantuan ini akan kami kelola dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapan kami, sinergi ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan,” katanya.

Peran PTPN IV Regional III dalam membangun kemitraan yang kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar operasionalnya semakin dipertegas melalui berbagai program yang telah dijalankan. Baik melalui pola perkebunan maupun bantuan sosial, perusahaan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.