Batam  

Optimalkan Pajak, Pemko Batam & Pemprov Kepri Sinergi Terapkan Sistem Split Payment

Pajak Batam
Sekda Batam, Firmansyah, memberi keterangan pers usai membuka Bimtek Pelayanan Publik di Harris Hotel Batam Center, Sabtu (23/5/2026). (Foto: Ist)
Panbil Mall

Patrolmedia, Batam – Pemko Batam bersama Pemprov Kepri bersinergi mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

Salah satu strategi yang disiapkan yakni penerapan mekanisme opsen pajak pakai sistem split payment atau pemisahan pembayaran otomatis.

Hal itu dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan Publik bertema “Sinergi Pemungutan Opsen Pajak dan Penerimaan Pajak Daerah” di Harris Hotel Batam Center, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah.

Hadir mewakili Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Firmansyah menekankan pentingnya penguatan sinergi antarlembaga.

Menurutnya, pelayanan publik yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan transformasi tata kelola pendapatan daerah yang modern dan digital.

“Sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam membangun sistem perpajakan daerah yang efektif dan berkelanjutan. Pajak bukan hanya soal penerimaan daerah, tetapi juga bentuk gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Batam,” ujar Firmansyah.

Firmansyah menambahkan, pelayanan yang cepat, responsif, dan adaptif terhadap teknologi akan meningkatkan kesadaran warga dalam membayar pajak.

Melalui mekanisme split payment pada opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), aliran kas daerah diklaim bisa lebih cepat dan real time.

“Ketika masyarakat merasakan langsung manfaat pembangunan dan pelayanan yang baik, maka kesadaran untuk membayar pajak juga akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Selain sistem split payment, digitalisasi layanan juga diperluas lewat kanal pembayaran multiplatform, seperti e-wallet dan mobile banking.

Transparansi diperkuat melalui dashboard pemantauan pendapatan secara langsung.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Bapenda Kota Batam, Ulik Mulyawan, menjelaskan bimtek ini menjadi ruang konsolidasi antara Pemprov Kepri dan Pemko Batam melalui Samsat Batam dan Bapenda.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat sinergi agar pengelolaan pajak daerah semakin optimal, transparan, serta memberikan dampak nyata terhadap pembangunan Kota Batam,” jelas Ulik.

Meski begitu, Ulik mengakui ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari sinkronisasi sistem teknologi informasi, koordinasi antarinstansi, hingga strategi pengawasan kepatuhan wajib pajak.

Acara yang digelar interaktif ini menghadirkan Tenaga Ahli SmartID, Damas Dwi Anggoro sebagai narasumber.

Bimtek ini diikuti oleh 120 peserta dari unsur pemerintah daerah, pemangku kepentingan pelayanan publik, serta instansi terkait di Kota Batam.

 

(Kml/Ft)