Patrolmedia, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad, memapar sederet inovasi unggulan Pemko Batam di ajang Innovative Government Award / IGA 2026 yang ditaja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (5/11/2026).
Pemaparan itu dilakukan secara virtual dari Kantor Wali Kota Batam.
Di hadapan para penguji, Amsakar mengatakan inovasi di Batam diciptakan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta mempercepat pelayanan publik.
“Pendekatan inovasi yang kami lakukan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk meningkatkan mutu pelayanan publik,” ujar Amsakar.
Dalam ajang IGA 2026 ini, Pemko Batam mengandalkan 2 inovasi utama yakni:
Inovasi Digital (EBPHTB 2.0):
Sistem pengelolaan pajak tanah dan bangunan yang sepenuhnya paperless dan terintegrasi real-time dengan BPN hingga perbankan.
Inovasi ini sukses mendongkrak penerimaan BPHTB Batam hingga Rp540,56 miliar pada 2025.
Inovasi Non-Digital:
Program pembinaan murid sekolah negeri untuk menghafal Al-Qur’an (tahfiz) yang dipadukan dengan penguatan nilai keagamaan dan prestasi akademik.
Tak hanya itu, Amsakar juga memamerkan terobosan di sektor perizinan investasi.
Waktu pengurusan izin yang dulunya memakan waktu hingga 1 tahun, kini dipangkas drastis menjadi 3 sampai 4 bulan saja.
Langkah ini terbukti ampuh mendorong pertumbuhan ekonomi Batam hingga mencapai 7,28% dengan realisasi investasi sebesar Rp58,97 triliun di semester I 2026.
Di bidang infrastruktur, Pemko Batam juga meresmikan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis/SWRO) untuk menyokong kebutuhan air di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park.
Berbagai pembaruan ini membawa Indeks Inovasi Daerah Kota Batam melesat tajam, dari angka 37,33 pada tahun 2021 menjadi 61,90 pada 2025.
(Ipl/Ipl)























