Patrolmedia, Natuna – Sebanyak 11.735 ekor ikan Natuna senilai Rp 1,2 miliar baru saja masuk pasar Hongkong.
Ekspor komoditas perikanan ini menjadi angin segar bagi peningkatan ekonomi nelayan di wilayah perbatasan tersebut.
Kepala Karantina Kepri, Hasim mengatakan pelepasan ekspor Ikan Natuna ini dilakukan melalui Satuan Pelayanan Natuna di bawah pengawasan Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan Kepulauan (Karantina Kepri).
Pengiriman yang berlangsung pada Sabtu (16/5) dan (17/5) ini menjadi bukti nyata potensi laut Natuna yang menjanjikan.
“Ekspor ikan hidup ini dapat meningkatkan perekonomian nelayan yang berada di sekitar Natuna. Potensi ikan bernilai tinggi mendongkrak perputaran keuangan di daerah perbatasan sehingga mata pencaharian nelayan terus menggeliat,” kata Hasim, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2026).
Aplikasi digital Best Trust mencatat, komoditas yang dikirim didominasi berbagai jenis ikan kerapu berkualitas tinggi.
Ini rincian Ikan Natuna yang diekspor ke Hongkong:
- Kerapu Sunu: 2.311 ekor
- Kerapu Cantang: 2.222 ekor
- Ikan Kakatua: 1.421 ekor
- Kerapu Cantik: 1.568 ekor
- Kerapu Macan: 1.050 ekor
- Kerapu Bakau: 1.010 ekor
- Lainnya: Kerapu gepeng, pasir, dan ringau.
Meski fokus pada peningkatan ekonomi, lanjut Hasim, Karantina Kepri tetap memastikan setiap ekor ikan yang keluar dalam kondisi sehat.
Petugas telah memeriksa secara klinis hingga uji laboratorium memakai metode PCR untuk memastikan ikan bebas virus Red Seabream Iridovirus Disease.
“Hasil pengujian negatif, sehingga dipastikan semua ikan sehat dan tidak ada Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK). Kami kemudian menerbitkan Health Certificate (KI-1),” kata Hasim.
Hasim menambahkan, sepanjang tahun 2026, Natuna sudah 3 kali ekspor ke Hongkong tanpa ada satu pun penolakan (Notification of Non-Compliance).
Keberhasilan ini diharapkan Hasim menjadi tonggak penting bagi sektor perikanan lokal.
“Dengan prestasi ini, menjadi kekuatan dan harapan agar seluruh potensi perikanan Natuna dapat terus menembus pasar internasional dan menyejahterakan nelayan kita,” pungkasnya.
Editor: Erwin Syahril






















