Nama Ghufron Al Bantani Kembali Viral di Media Sosial
Nama Ghufron Al Bantani kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial Indonesia. Sejumlah potongan ceramahnya yang viral menarik perhatian publik, baik dari kalangan pengikut maupun masyarakat umum. Pendakwah yang akrab disapa Mama Ghufron ini dikenal dengan gaya dakwah yang unik dan sering kali kontroversial. Beberapa pernyataannya bahkan memicu debat luas karena dianggap tidak biasa oleh sebagian masyarakat dan kalangan ulama.
Meski mendapat kritik, Ghufron Al Bantani tetap memiliki banyak pengikut setia di berbagai daerah Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh agama Islam yang memiliki pengaruh besar dalam dunia pesantren dan dakwah.
Profil dan Biodata Ghufron Al Bantani
Ghufron Al Bantani memiliki nama lengkap KH. M. Abdul Ghufron Al-Bantani Asy-Syafi‘i dan dikenal sebagai tokoh agama Islam. Nama aslinya adalah Iyus Sugiman, yang lahir di Cibadak, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 25 Desember 1963. Ia menggunakan nama Al Bantani karena banyak belajar ilmu agama di wilayah Banten bersama gurunya.
Ghufron Al Bantani beragama Islam dengan latar belakang mazhab Syafi‘i dalam praktik keagamaannya. Ayahnya bernama H. Endang Mustofa, sedangkan ibunya adalah Hj. Suntari Putri dari keluarga religius. Ia juga dikenal sebagai anak kedua dalam keluarganya sebelum kemudian aktif menekuni dunia pesantren dan dakwah.
Pendidikan dan Perjalanan Spiritual Mama Ghufron
Sejak kecil, Ghufron Al Bantani menempuh pendidikan agama tradisional di pesantren Jawa Barat dan Banten. Guru utamanya adalah KH. Hasan Amin atau Abuya Mama Armin, yang berpengaruh besar dalam perjalanan spiritualnya. Ia disebut mendapat ijazah Thariqah Qodiriyyah-Naqsyabandiyyah langsung dari gurunya tersebut di lingkungan Banten.
Dalam kisah spiritualnya, Ghufron mengaku pernah menjalani khalwat berat di makam Syekh Abdul Qadir Al-Jilani Baghdad. Cerita spiritual lainnya menyebut dirinya pernah menjalani proses suluk ekstrem selama empat puluh hari penuh. Pada 9 Januari 1999, ia mendirikan Pondok Pesantren UNIQ Nusantara di Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pesantren tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan pesantren UNIQ di berbagai wilayah Indonesia lainnya.
Kontroversi dan Ceramah Viral Ghufron Al Bantani
Mama Ghufron mulai viral setelah mengaku mampu berbicara menggunakan bahasa semut, jin, dan bahasa Suryani. Pernyataan tersebut memicu polemik luas hingga sebagian masyarakat menuding ajarannya menyimpang dan kontroversial. Setelah video ceramahnya ramai diperbincangkan, Ghufron Al Bantani akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Ia dikenal memiliki gaya dakwah khas dengan perpaduan bahasa Arab, Jawa, dan pembahasan spiritual mendalam. Selain menjadi pendakwah, Ghufron juga aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama sebagai Mustasyar atau Dewan Penasihat. Ia menikah dengan Nyai Hj. Hafijah asal Madura dan aktif mengembangkan kegiatan pesantren bersama keluarganya.
Ghufron Al Bantani: Tokoh yang Tetap Berpengaruh
Ghufron Al Bantani merupakan pendakwah sekaligus pengasuh pesantren yang dikenal luas karena gaya ceramah nyentrik dan kontroversial. Meskipun kerap menuai pro kontra, sosoknya tetap memiliki pengaruh besar di kalangan pengikut dan jaringan pesantren binaannya.






















