PSSI memasuki usia ke-96 tahun pada hari Minggu (19/4/2026). Perayaan hari jadi ini dilaksanakan dengan suasana khidmat dan sederhana di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur. Acara tersebut juga menjadi momen untuk menyaksikan pertandingan timnas U-17 Indonesia melawan Vietnam U-17 dalam laga terakhir Grup A ASEAN U-17 Championship 2026.
Sayangnya, pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Akibatnya, timnas U-17 Indonesia gagal melaju ke babak semifinal. Meskipun demikian, acara peringatan hari jadi PSSI tetap berjalan dengan penuh makna dan antusiasme.
Sebelum pertandingan dimulai, PSSI melakukan upacara perayaan ulang tahun. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Zainuddin Amali, Ratu Tisha Destria, anggota Exco Ahmad Riyadh, serta Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi. Selain itu, hadir pula pengurus Asprov PSSI Jawa Timur dan para legenda sepak bola nasional dari berbagai generasi seperti Evan Dimas, Anang Ma’ruf, Hadi Ismanto, Subangkit, Fredy Muli, Yusuf Ekodono, Arif Suyono, M Zein Alhadad, dan lainnya.
Momen sakral dimulai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua Umum PSSI. Potongan pertama diberikan kepada perwakilan legenda, Hadi Ismanto, sebagai simbol penghormatan atas dedikasi mereka terhadap sejarah sepak bola Indonesia.
Memasuki usia ke-96 tahun, Zainuddin Amali kembali menekankan pentingnya semangat persatuan dalam sesi sambutan. Baginya, sepak bola adalah salah satu alat pemersatu bangsa. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan perjuangan klub pendiri sangat luar biasa, dan hingga saat ini PSSI masih bertahan.
“Awal bagaimana PSSI berdiri tentu tidak mudah,” ujarnya.
“Pada saat itu 96 tahun lalu, bagaimana mempersatukan klub-klub daerah, makanya dulu itu nama klub selalu ada kata persatuan,” tambahnya.
“Jadi maknanya adalah kita sebagai masyarakat sepak bola ya harus bersatu.”
“Bertanding hanya 2×45 menit.”
“Setelah itu ya kembali guyup lagi, bersatu lagi sebagai keluarga sepak bola, sebagai warga Indonesia,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini, PSSI juga menyampaikan apresiasi kepada para legenda sepak bola nasional yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang organisasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para legenda yang telah mengisi sejarah sepak bola Indonesia.”
“Tanpa kontribusi mereka, PSSI tidak akan seperti sekarang,” kata Zainudin.
Selain itu, PSSI menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan. Mulai dari kualitas kompetisi domestik hingga prestasi Timnas Indonesia. Salah satu tujuan utama PSSI adalah mengawal Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.
“Kami punya mimpi besar. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar timnas Indonesia bisa masuk Piala Dunia 2030,” tegas Zainudin.






















