Sosial  

​Peringati HPN 2026, Komunitas Jurnalis Kepri Tanam 500 Ribu Mangrove di Bintan

Komunitas Jurnalis Kepri
KJK melakukan penanaman 500 mangrove di Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Minggu (8/9/2026). (Foto: KJK)

Patrolmedia, ​Bintan – Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan aksi nyata bagi lingkungan.

Mereka melakukan penanaman mangrove di Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Minggu (8/9/2026).

​Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, menegaskan bahwa HPN bukan sekadar seremoni. Baginya, insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keberlanjutan alam.

​”Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga keberlanjutan alam dan kehidupan,” ujar Ady di lokasi kegiatan.

​Aksi lingkungan ini ternyata bukan baru sekali dilakukan. Ady mengungkapkan, KJK telah konsisten menanam mangrove sejak tahun 2010 bekerja sama dengan masyarakat lokal dan aktivis lingkungan asal Jepang.

​”Kalau dihitung secara luasan, kurang lebih sudah 100 hektare dengan sekitar 500 ribu batang mangrove jenis bakau yang telah kami tanam di kawasan ini,” jelasnya.

​Menariknya, tingkat keberhasilan tumbuh mangrove di Sungai Tiram tergolong tinggi. Hal ini membuat kawasan tersebut sering menjadi rujukan studi banding dari berbagai provinsi di Indonesia.

​”Keberhasilannya karena kami menggunakan bibit setempat dan tidak asal menanam. Mangrove yang ditanam kami rawat hingga tumbuh mandiri. Ini butuh waktu dan tenaga yang tidak sedikit,” tambah Ady.

​Di tempat yang sama, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Haris Sofyan Hendriyanto, mengapresiasi konsistensi para jurnalis. Menurutnya, mangrove adalah benteng terakhir dari ancaman abrasi.

​Haris memaparkan, saat ini luas hutan mangrove di Kepulauan Riau mencapai 66,9 ribu hektare. Namun, masih ada ribuan hektare yang masuk kategori jarang dan butuh rehabilitasi.

​”Kategori lebat seluas 61 ribu hektare, sedang 3 ribu hektare, dan kategori jarang 2 ribu hektare. Yang jarang ini yang perlu kita rehabilitasi,” ungkap Haris.

​Ia juga menyoroti potensi eco-tourism. Haris melihat peluang besar untuk menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pariwisata melalui paket wisata menanam mangrove.

​”Wisatawan Kepri mencapai 1,5 juta orang. Ini potensi besar. Ekosistem terjaga, masyarakat juga mendapat tambahan pendapatan,” katanya.

​Dukungan juga datang dari luar negeri. Pencinta mangrove asal Jepang, Nawto Akune, turut hadir dan memberikan apresiasi. Ia berharap aksi ini bisa berkembang dalam skala yang lebih masif.

​”Hutan mangrove menciptakan udara bersih yang baik untuk kesehatan. Kita tanam sekarang, dampak positifnya bisa dirasakan anak cucu kita,” ujar Nawto.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, mulai dari Asisten Administrasi Umum Pemkab Bintan dr. Gama AF Isnaini, Kadis Kominfo Bintan Didi Kurniadi, hingga perwakilan dari berbagai korporasi seperti Telkomsel dan PLN Batam yang ikut mendukung aksi hijau tersebut.

 

Editor: Erwin Syahril