Kabar kurang menyenangkan datang dari penyanyi dangdut Inul Daratista. Sepulang dari Korea Selatan, ia dikabarkan jatuh sakit hingga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kabar ini ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya.
“Beberapa hari berasa mencret tipis-tipis. Okelah, mungkin nggak cocok sama makanannya,” tulis Inul Daratista, mengawali ceritanya.
Namun, kondisi Inul tak kunjung membaik. Ia terus mengalami masalah pencernaan selama seminggu penuh. “Semingguan pup nggak beres. Ada berlendir, bisa berkali-kali ke toilet,” ungkapnya. Akibatnya, ia merasa lemas dan tak bertenaga hingga akhirnya memutuskan untuk pergi ke IGD.
Di rumah sakit, Inul menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasilnya cukup mengejutkan. “Lecosite tinggi -amoeba parasite-fungus. Iki kuman dari mana, heran aku tuh,” jelas Inul, mengutip pernyataan dokter. Dokter menyarankan agar Inul dirawat inap, namun ia menolak karena padatnya jadwal pekerjaan. Ia memilih untuk berobat jalan dan tetap memaksakan diri bekerja serta menerima tamu di rumah.
“Sambil ngempet nahan pake pembalut takut bablas hehehe,” tulis Inul menggambarkan kondisinya saat itu.
Sayangnya, daya tahan tubuh Inul tak mampu mengimbangi aktivitasnya. Ia merasakan pusing yang hebat dan tubuhnya terasa melayang. “Selang jam 9 malam, kok mumet, badan ringan syekali. Ke toilet dan pingsanlah diriku. masuk UGD again,” katanya.
Inul pun mencoba mencari tahu penyebab penyakitnya. “Tak pikir-pikir, apa aku makan telur setengah matang?? Apa kebanyakan makan buah gula di Myeongdong?” tanya Inul dalam unggahannya.
Kini, kondisi Inul Daratista dikabarkan berangsur membaik. “Boyok kebanyakan BAB berasa mau copot!!! Apakah ada yang senasib dengan aku?” tutupnya dalam unggahan tersebut.
Kegeraman Inul Daratista Terhadap Pejabat yang Pencitraan di Tengah Bencana
Selain kabar sakitnya, Inul Daratista juga menyampaikan kegeramannya terhadap perilaku sejumlah pejabat yang dinilai melakukan pencitraan di tengah musibah banjir yang melanda Sumatera. Banjir besar melanda beberapa wilayah di Sumatera, termasuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Inul merasa miris melihat ironi yang terjadi di lokasi bencana.
Melalui akun Instagram pribadinya, Inul tak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memberikan teguran keras terhadap oknum pejabat dan politisi yang dianggap memanfaatkan situasi darurat untuk kepentingan pribadi.
Unggahan Inul menampilkan tulisan tanpa foto, namun keterangan yang menyertainya cukup mengejutkan. Ia menilai banyak orang yang melakukan pencitraan di lokasi bencana. “Wis mulai banyak yang turun lapangan, tapi pencitraan full. Foto-foto manja sama yang kelaparan sambil nangis-nangis,” tulis Inul dengan nada kesal.
Menanggapi perilaku tersebut, Inul hanya bisa mengelus dada. “Halaaah mbuh! Cuma bisa mengelus dada,” ucapnya.
Dalam keterangannya, Inul mengaku heran dengan sikap orang-orang yang masih sempat melakukan pencitraan di tengah penderitaan orang lain. “Sampai gak bisa berkata-kata aku tuh. Kok bisa masih sempat pencitraan, gusti. Yo wes lah, sak karepmu,” kata Inul.
Di unggahan lainnya, Inul membagikan ulang video Gubernur Aceh yang sedang menjelaskan kondisi darurat banjir. Ia mengaku tidak sanggup berkata-kata melihat penderitaan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga.
“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga kita di Aceh dan bagian Sumatera yang lain, ya Allah enggak bisa berkata-kata. Dari kemarin-kemarin lihat begini kepikiran, banyak sekali bencana,” tulisnya.
Namun, emosi Inul memuncak ketika menyinggung respons sejumlah pihak yang menurutnya hanya datang untuk memperbaiki citra tanpa memberikan aksi nyata. “Sedangkan yang lain dengan keadaan begini mulai pada pencitraan semua!! Preeetttlah!!!” kritik Inul dengan tegas.
Inul juga menyoroti maraknya pejabat hingga kader partai yang turun ke lokasi hanya untuk dokumentasi. “Harusnya langsung action, dan action dari negara yang harus jadi pencitraan kalau penanganannya gesit, bukan sosok-sosok partai yang pada foto-foto. Ampun dah ah!” tulisnya, mengungkapkan kekecewaannya.
Berikut poin-poin yang menjadi sorotan Inul Daratista terkait penanganan bencana:
Pencitraan di atas penderitaan: Inul mengkritik keras pejabat dan politisi yang memanfaatkan situasi bencana untuk memperbaiki citra diri. Ia menilai tindakan tersebut tidak etis dan tidak membantu korban bencana.
- Inul melihat banyak pejabat yang hanya berfoto-foto dengan korban bencana sambil menunjukkan ekspresi sedih, namun tidak memberikan bantuan yang signifikan.
Kurangnya aksi nyata: Inul menekankan pentingnya tindakan nyata dalam penanganan bencana. Ia menyayangkan banyaknya pihak yang hanya datang untuk dokumentasi tanpa memberikan kontribusi yang berarti.
- Menurut Inul, pemerintah seharusnya lebih gesit dalam memberikan bantuan dan penanganan bencana, sehingga tindakan tersebut menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.
Fokus pada korban, bukan popularitas: Inul berharap semua pihak dapat fokus pada membantu korban bencana dan tidak memanfaatkan situasi untuk mencari popularitas atau keuntungan politik.
- Inul mengingatkan bahwa bencana adalah musibah yang seharusnya menyatukan semua pihak untuk saling membantu, bukan menjadi ajang untuk pencitraan.






















