Api Lahap Swalayan Senyum 5000 di Sorong, Upaya Pemadaman Terkendala Pasokan Air
SORONG, PAPUA BARAT DAYA – Sebuah insiden kebakaran hebat menggemparkan warga Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu dini hari, 17 Desember 2025. Api melalap habis bangunan Swalayan Senyum 5000 yang berlokasi di Kilometer 9. Peristiwa ini dilaporkan pertama kali muncul sekitar pukul 03.12 Waktu Indonesia Timur (WIT) dan membutuhkan waktu lebih dari lima jam hingga api berhasil dijinakkan sepenuhnya.
Ketua Regu 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Sorong, Basirun, mengungkapkan bahwa laporan awal kebakaran diterima dari masyarakat sekitar lima hingga sepuluh menit setelah kejadian. “Dari situ kami segera bergerak ke lokasi,” ujar Basirun kepada awak media di sela-sela istirahat petugas di lokasi kejadian pada Rabu pagi.
Perjalanan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) sendiri memakan waktu sekitar 40 hingga 45 menit. Setibanya di lokasi, petugas pemadam kebakaran disambut oleh pemandangan api yang sudah membesar dan melahap bagian atas bangunan swalayan.
“Yang bisa kami selamatkan saat itu baru lantai bawah dan rumah-rumah warga di sekitar lokasi, termasuk rumah kos di belakang serta bangunan di sekitar ruko,” jelas Basirun. “Untuk gedung yang sudah hancur, paling besar hanya material yang masih bisa diselamatkan.”
Dugaan Titik Api dan Kerugian Material
Berdasarkan keterangan awal, api diduga kuat berasal dari lantai tiga bangunan Swalayan Senyum 5000. Tidak hanya merusak swalayan, kobaran api juga dengan cepat merembet dan menghanguskan kantor Partai NasDem Papua Barat Daya yang ternyata merupakan bagian dari satu kesatuan ruko tersebut. Kerugian material diprediksi sangat besar, mengingat skala bangunan yang terbakar.
Tantangan Utama: Keterbatasan Pasokan Air
Proses pemadaman api berlangsung alot dan menghadapi kendala utama yang signifikan, yaitu keterbatasan pasokan air. Basirun menyoroti bahwa mobil pemadam kebakaran harus berulang kali bolak-balik untuk mengisi ulang tangki air. Hal ini diperparah dengan tidak adanya armada khusus tangki air yang disiagakan di lokasi kejadian.
“Itu bikin waktu terbuang. Pengisian bisa 10 bahkan 20 menit,” keluh Basirun. “Mobil tangki air tidak standby, jadi unit pemadam yang bolak-balik. Teman-teman di lapangan juga sudah sangat kelelahan.”
Untuk mengatasi kekurangan air, petugas mengambil air dari tangki penyimpanan yang tersedia di kawasan Jalan Victoria, Gunung Jupri (KM.10). Selain itu, mereka juga memanfaatkan bak air yang ada di sekitar ruko untuk membantu proses pendinginan.
Pengerahan Personel dan Armada
Dalam upaya pemadaman kebakaran ini, Damkar Kota Sorong mengerahkan sejumlah armada dan personel gabungan. Diperkirakan, sebanyak 12 tangki air dengan kapasitas masing-masing empat ton digunakan. Berdasarkan perhitungan di lapangan, total kebutuhan air untuk memadamkan api diperkirakan mencapai hingga 20 tangki.
“Kami bawa 12 tangki air dengan kapasitas 4 ton. Api cukup besar, sehingga membutuhkan pendinginan lama,” ungkap Basirun.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi ini. Satu unit berasal dari Damkar Kota Sorong, sementara unit lainnya merupakan bantuan dari Damkar Provinsi Papua Barat Daya. Total personel yang terlibat dalam pemadaman berjumlah sekitar 20 orang, yang terdiri dari 10 personel dari tingkat provinsi dan 10 personel dari tingkat kota.
Pendinginan dan Tuntasnya Pengamanan Lokasi
Hingga pukul 08.00 WIT, proses pendinginan di lokasi kebakaran masih terus berlangsung. Basirun menegaskan bahwa timnya belum dapat kembali ke markas sebelum benar-benar dipastikan bahwa tidak ada lagi titik api yang tersisa. “Pendinginan harus tuntas,” tegasnya, menekankan pentingnya memastikan keamanan lokasi sepenuhnya.
Insiden kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur penunjang darurat, seperti ketersediaan armada tangki air yang memadai dan penempatan posko siaga di titik-titik strategis, terutama di daerah yang memiliki bangunan komersial padat.








