Patrolmedia, Jakarta – Maxim Indonesia memberikan santunan Rp150 juta kepada keluarga penumpang ojol yang tewas dalam kecelakaan viral di depan Gedung DPR pada Oktober lalu.
Dana santunan duka cita itu diserahkan melalui Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI).
Head of Subdivision Maxim Jakarta, Muhammad Richie Rafsanjani menjelaskan, dana duka tersebut diberikan kepada keluarga korban, termasuk ketiga anaknya.
“Kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas kepergian korban. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban yang dirasakan oleh keluarga,” ucap Richie, dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).
Ia mengatakan, melalui berbagai langkah penanganan, perusahaan memastikan setiap korban mendapatkan perhatian, pendampingan, serta hak-hak yang seharusnya mereka terima.
Selain itu, dukungan ini juga menjadi komitmen perusahaan untuk meningkatkan rasa aman pengguna layanan transportasi.
Dengan respon cepat, koordinasi intensif, dan penguatan layanan bantuan, perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap insiden ditangani secara transparan dan manusiawi demi menjaga kepercayaan publik.
“Upaya ini bentuk tanggung jawab kami melindungi dan mendukung bagi penumpang dan keluarga terdampak insiden di jalan,” ucap Richie.
Ia menggarisbawahi, pengemudi Maxim berhak atas kompensasi apabila kecelakaan bukan disebabkan oleh kelalaiannya.
Sementara, kata Richie, penumpang tetap dapat mengajukan klaim selama insiden berlangsung saat order aktif.
“Proses klaim santunan penggantian biaya pengobatan dapat dilakukan di kantor Maxim terdekat,” kata Richie.
Aris Nirwandi, adik korban, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Maxim atas kepedulian serta tanggung jawab yang diberikan kepada keluarga korban kecelakaan.
Ia menilai langkah cepat dan bantuan yang diberikan menunjukkan komitmen perusahaan dalam memastikan hak-hak korban tetap terpenuhi.
“Dengan adanya santunan ini, pihak keluarga merasa terbantu, terutama untuk biaya sekolah. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Maxim dan YPSSI karena tidak lepas tangan, tetapi ada pertanggung jawabannya,” ungkap Aris.
Menurutnya, dukungan yang diberikan YPSSI ini memiliki arti penting bagi keluarga korban. Sementara, dana bantuan itu akan dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak serta biaya hidup sehari-hari.
Sebagian dana santunan ini akan dimanfaatkan anak korban untuk membuka usaha demi menunjang kehidupan mereka ke depan,” kata Aris.
Sebelumnya, peristiwa nahas itu diketahui terjadi ketika korban berinisial DBS memesan perjalanan dengan rute Jalan Falatehan 1, menuju Jalan Daud, Sukabumi Utara dan mengalami kecelakaan di depan Gedung DPR. Saat kecelakaan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mendapat perawatan intensif hingga akhirnya meninggal.
Sebelumnya, peristiwa nahas itu terjadi saat korban berinisial DBS memesan layanan perjalanan dengan rute dari Jalan Falatehan 1 menuju Jalan Daud, Sukabumi Utara.
Dalam perjalanan, ojol Maxim yang ditumpangi korban terlibat kecelakaan di depan Gedung DPR, Jakarta.
Warga yang melihat kejadian itu berupaya memberikan pertolongan hingga korban dilarikan ke rumah sakit terdekat
Di rumah sakit, DBS sempat mendapat perawatan intensif akibat luka serius yang dialami.
Namun, upaya medis tidak membuahkan hasil. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Polisi pun telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut itu.
(Iwn/EN)






















