Momen Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Mamuju Tengah
Momen upacara peringatan Hari Pahlawan ke-66 tahun di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, berlangsung khidmat namun diselingi pemandangan tak biasa. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) terlihat jongkok di tengah barisan saat upacara masih berlangsung, Senin, 10 November 2025.
Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Mateng, Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, dipimpin langsung oleh Bupati Mateng Arsal Aras. Dalam kesempatan itu, Arsal membacakan amanat Menteri Sosial yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Namun, di tengah jalannya upacara, beberapa ASN tampak tidak sanggup berdiri lama di bawah terik matahari. Berdasarkan pantauan Pikiran Rakyat Sulbar, sejumlah peserta memilih jongkok di barisan belakang.
Selain itu, beberapa pegawai lingkup Pemkab Mateng juga terlihat datang terlambat sehingga tidak diperbolehkan mengikuti upacara oleh petugas Satpol PP yang berjaga di pintu masuk area kegiatan.
Bahkan, beberapa ASN sempat mendapat penanganan medis di lokasi karena mengalami kondisi kurang fit. Mereka langsung dibawa menuju ambulans yang siaga di sekitar area upacara.
Meski sempat terjadi hal-hal tak terduga, upacara peringatan Hari Pahlawan tetap berlangsung dengan khidmat hingga selesai. Bupati Arsal Aras menyampaikan, momentum Hari Pahlawan harus menjadi pengingat akan semangat perjuangan para pahlawan dalam membangun bangsa.
“Semangat kepahlawanan harus terus kita jaga, terutama dalam melayani masyarakat,” ujar Arsal usai upacara.
Lebih lanjut, Arsal mengatakan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi melawan penjajah, melainkan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.
“Sekarang ini kita berjuang menghadapi masalah sosial, meningkatkan kesejahteraan, dan menegakkan keadilan. Itu yang penting untuk dijalankan pemerintah daerah,” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan santap bersama para peserta dan tamu undangan, yang sekaligus menjadi momen perayaan ulang tahun ke-43 Bupati Mateng, Arsal Aras. Setelah itu, Pemerintah Daerah Mateng akan melaksanakan ziarah ke makam para pahlawan untuk mengenang jasa dan perjuangan mereka.
Pengalaman Saat Upacara
Pada saat pelaksanaan upacara, terdapat beberapa situasi yang membuat suasana sedikit berbeda dari biasanya. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah tindakan sejumlah ASN yang memilih untuk jongkok di barisan belakang. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh rasa lelah atau kurangnya persiapan fisik menjelang acara.
Selain itu, beberapa peserta upacara juga terlambat datang. Mereka tidak dapat mengikuti prosesi karena sudah terlambat. Petugas Satpol PP yang bertugas di pintu masuk area kegiatan memastikan bahwa hanya peserta yang hadir tepat waktu yang boleh masuk.
Tidak hanya itu, beberapa ASN juga mengalami kondisi kesehatan yang kurang ideal. Mereka membutuhkan penanganan medis sederhana sebelum akhirnya dibawa ke ambulans yang telah disiapkan di sekitar lokasi upacara.
Pesan Bupati Mateng
Setelah upacara selesai, Bupati Mateng Arsal Aras memberikan pernyataan kepada media. Ia menekankan pentingnya semangat kepahlawanan dalam melayani masyarakat. Menurutnya, meskipun perjuangan masa kini tidak lagi melawan penjajah, tetapi fokus pada kesejahteraan dan keadilan sosial.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Dengan demikian, perlu adanya komitmen dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Acara Lanjutan
Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan santap bersama. Momen ini menjadi ajang silaturahmi antara peserta upacara dan tamu undangan. Selain itu, acara juga dirayakan sebagai ulang tahun ke-43 Bupati Mateng, Arsal Aras.
Di akhir hari, Pemerintah Daerah Mateng akan melakukan ziarah ke makam para pahlawan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa.






















