SERANG, Alreinamedia.com
– Garis larangan melintas terpasang di halaman rumah Rukmawati (32), warga Kampung Sadang, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Garis itu dipasang oleh Satuan Tugas Penanganan Bahaya Radiasi Cesium-137 karena terdeteksi adanya paparan radiasi tinggi dari zat radioaktif tepat di depan pintu rumahnya.
Meski sudah dipasang tanda bahaya, Rukmawati mengaku tetap tinggal di rumah bersama suami dan tiga anaknya.
“Sempat dikasih tahu kenapa dipasang garis kuning ini, di sini katanya ada radioaktifnya. Dipasang (garis) hari Jumat beberapa minggu lalu,” kata Rukmawati kepada Alreinamedia.com, Selasa (14/10/2025).
Rukmawati menceritakan, sekitar enam bulan lalu halaman rumahnya ditimbun dengan puing-puing batu dari salah satu perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande. Ia meminta puing itu untuk menguruk halaman agar tidak tergenang air saat hujan. Namun, ia tidak tahu bahwa material tersebut mengandung zat radioaktif Cs-137.
“Tadinya ini (halaman) kan becek kali hujan gitu, karena becek aja jadi ada yang ngebuang puing. Kita minta gitu buat diurug dari buangan pabrik. Nggak tahu pabrik mana,” ujar dia.
Beraktivitas Normal
Rukmawati mengaku masih beraktivitas seperti biasa di rumah, mulai dari memasak hingga membersihkan rumah. Namun rasa cemas terus menghantuinya.
Pada Minggu (12/10/2025), petugas dengan pakaian pelindung lengkap telah mengambil bebatuan di halaman rumahnya sebanyak tiga tong. Meski begitu, rumahnya belum dinyatakan aman dari radiasi.
“Masih ada ini yang ditandai kuning batu, belum semuanya dibawa, kata petugas mau ke sini lagi,” ucapnya.
Sudah Dijanjikan
Ia menambahkan, hingga kini belum ada pemeriksaan kesehatan dari pemerintah, meski sebelumnya dijanjikan oleh petugas.
“Belum, belum ada. Tapi tadinya dijanjikan dari petugas yang pasang garis ini, katanya nanti ke sini ada dokter yang memeriksa. Tapi sekarang belum ada,” kata dia.
Rukmawati semakin cemas setelah mengetahui bahaya paparan radiasi dari media sosial dan pemberitaan.
“Harapan saya mudah-mudahan cepat selesai biar bisa beraktivitas lagi seperti semula, risih pas tahu gejalanya bisa menyebabkan kanker juga,” harap dia.
Perkembangan Terkini
Sejak kejadian tersebut, situasi di sekitar rumah Rukmawati terus diawasi oleh tim ahli radiasi. Mereka melakukan pengujian berkala untuk memastikan tingkat paparan radiasi tetap dalam batas aman. Namun, sampai saat ini, hasil pengujian belum sepenuhnya menunjukkan penurunan signifikan.
Beberapa aktivitas sehari-hari di lingkungan sekitar rumah Rukmawati juga terganggu. Warga sekitar mulai merasa waspada dan memperhatikan lebih ketat kondisi lingkungan mereka. Beberapa orang tua bahkan memilih untuk menghindari area sekitar rumah Rukmawati, terutama saat anak-anak sedang bermain di luar rumah.
Tanggung Jawab Pemerintah
Selama ini, masyarakat menantikan respons dari pihak berwenang. Banyak yang berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi jangka panjang, baik dalam bentuk pembersihan area yang tercemar maupun bantuan medis bagi keluarga Rukmawati.
Namun, hingga saat ini, informasi yang diberikan oleh pemerintah masih terbatas. Masyarakat menilai kurangnya transparansi dan komunikasi yang efektif menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan.
Harapan Masyarakat
Masyarakat sekitar berharap agar semua pihak terlibat dalam menyelesaikan masalah ini. Termasuk perusahaan yang diduga menjadi sumber material berbahaya, serta lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengawasan lingkungan.
Di sisi lain, keluarga Rukmawati tetap berusaha menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kesadaran akan risiko yang mereka hadapi. Meskipun begitu, mereka tetap berharap agar segara ada kepastian tentang keamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
Langkah yang Diambil
Tim teknis telah melakukan beberapa langkah awal untuk mengurangi dampak radiasi. Salah satunya adalah pengambilan batu-batuan yang diduga mengandung cesium-137. Namun, proses ini dinilai masih membutuhkan waktu cukup lama.
Selain itu, beberapa ahli lingkungan juga turut terlibat dalam mengevaluasi potensi bahaya yang mungkin terjadi. Mereka merekomendasikan agar dilakukan pemantauan rutin dan pengujian lebih lanjut.
Tantangan yang Dihadapi
Salah satu tantangan utama adalah ketidakpastian tentang sumber material berbahaya tersebut. Tanpa mengetahui sumbernya secara pasti, sulit untuk mengambil langkah-langkah preventif yang lebih efektif.
Selain itu, masyarakat juga khawatir tentang dampak jangka panjang dari paparan radiasi. Meski saat ini belum ada indikasi kesehatan yang serius, banyak yang tetap merasa waspada dan ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas.























