Berita  

Video: Bagi-bagi Bir di Even Pocari Sweat Run 2025 Tuai Reaksi, Komunitas Kena Sanksi Rp5 Juta

Pocari Sweat Run
Ko
Panbil Mall
Pocari Sweat Run
Aksi bagi-bagi biar oleh komunitas Pace dan Place dan Freerunners di ajang Pocari Sweat Run 2025 di Bandung, menuai reaksi keras. (Foto: Screenshot Video)

Patrolmedia, Bandung – Aksi bagi-bagi bir gratis oleh komunitas lari Free Runners Bandung di even Pocari Sweat Run 2025 di Kota Bandung, menuai reaksi keras dari banyak pihak.

Video: Minum-minum Bir di Ajang Pocari Sweat Run 2025 Menuai Reaksi

Dalam video yang viral di medsos, tampak sekumpulan pemuda menenggak bir di tengah kerumunan orang yang sedang menyaksikan lomba lari tersebut.

Merespon aksi itu, Pemkot Bandung pun memberikan sanksi denda Rp5 juta kepada komunitas Pace and Place yang diketahui pesta bir saat acara pada Sabtu (18/7) dan Minggu (19/7) lalu.

Dalam rekaman, sejumlah orang membagikan gelas plastik berisi bir ke peserta yang mengikuti even lari.

Setelah ditelaah, aksi itu memang dilakukan komunitas Pace dan Place dan Freerunners.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengatakan, pihaknya sudah memeriksa hal itu melalui Satpol PP.

Hasil pertemuan pertama akan ada teguran tertulis dari Pemkot Bandung.

“Selanjutnya, komunitas Pace and Place mengumumkan pelanggarannya berupa permohonan maaf secara terbuka dan pembayaran biaya penegak hukum sebesar 5 juta rupiah,” kata Erwin, Kamis (24/7/2025), seperti dilansir CnnIndonesia.

Selain itu, hukuman juga diberikan kepada komunitas Freerunners berupa membersihkan Balai Kota selama 2 minggu.

“Mereka dengan sukarela, siap sebagai permohonan maaf, akan membersihkan selama 2 minggu di balai kota,” kata Erwin.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan soal aktivitas bagi-bagi bir di Pocari Run 2025 yang dilakukan komunitas Pace dan Place dan Freerunners.

“Kita kan nggak bisa kontrol kalau komunitas, tapi komunitas tersebut memang tidak bisa kemudian ditegur langsung oleh pemerintah. Kalau saya perhatikan di sosial media, tampaknya mereka sudah terkena sanksi sosial. Jadi kalau urusan komunitas, selesaikan secara komunitas,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, dalam video tanggapannya, Selasa (22/7/2025).

Farhan tak menampik kalau dirinya tak memperhatikan aksi tersebut karena sibuk mengurus masalah kemacetan saat itu.

“Ya, saya lihat tidak ada dampak apa-apa sih. Dan kita juga nggak tahu bahwa itu bir, da lieur atuh (pusing juga). Saya lebih ngurusin macet, dan itu cuma ada satu titik. Tapi nanti kita lihat lah,” kata Farhan.

Farhan juga berencana menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan Pocari Run 2025, lantaran ajang itu terlanjur menimbulkan kemacetan.

“Hari Rabu minggu depan, kita akan evaluasi semuanya. Karena saya secara pribadi, ataupun kepolisian juga, polantas, tidak pernah menduga bahwa jam 4.30, jalanan Ahmad Yani itu udah penuh. Nah itu yang mesti kita evaluasi,” kata dia.

Puspita Winawati mewakili pihak penyelenggara Pocari Sweat Run 2025 mengaku sangat menyayangkan aksi bagi-bagi bir pada even lari tersebut. Pihaknya merasa dirugikan dengan ulah komunitas.

“Kami dari pihak penyelenggara Pocari Sweat Run Indonesia 2025 sangat menyayangkan, ya. Dan juga kami merasa dirugikan, karena kegiatan ini sama sekali tidak ada pemberitahuan ataupun meminta izin atau persetujuan dari penyelenggara,” kata Wina.

Ia menegaskan penyelenggara sama sekali tidak mengetahui ada aksi bagi-bagi bir selama acara berlangsung.

“Even ini tentunya bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap kesehatan, tetapi terjadi hal seperti ini, jadi kami merasa sangat-sangat dirugikan dari segi kredibilitas maupun reputasi dari event itu sendiri, gitu ya,” sebutnya.

Reaksi kecaman juga datang dari anggota DPRD Kota Bandung hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, menyebut aksi minum-minum bir dilomba lari telah menodai Kota Bandung yang memiliki aturan terkait minuman alkohol.

“Ini sangat menodai Kota Bandung dan melanggar Perda Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2010 mengatur tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol,” ujarnya saat itu.

Ia meminta even lari dievaluasi secara menyeluruh. Sebab, selain diwarnai pembagian bir, kegiatan tersebut memicu kemacetan.

“Jangan sampai ke depan kita hanya sebatas formalitas mengizinkan tempat dan izin penyelenggaraannya semua diatur oleh penyelenggara, tetapi kita harus masuk ke dalam semua divisi penyelenggaraan,” ucapnya.

Komunitas Pace and Place meminta maaf atas aksi bagi-bagi bir yang telah menuai reaksi keras.

“Kami siap untuk bertanggung jawab untuk segala sanksi yang diberikan sesuai dengan peraturan yang ada,” kata, Perwakilan Pace and Place, Ruben.

Ia mengakui, acara bagi-bagi bir awalnya sekedar untuk internal komunitas, namun tak bisa terkendali dengan baik.

“Awalnya perayaan hanya untuk komunitas, tapi di lapangan, suasana berubah, termasuk orang-orang di suasana itu menjadi di luar kendali,” katanya.

 

Editor: Erwin Syahril