23 Warga Gaza Meninggal Kelaparan dalam 2 Hari Akibat Kebrutalan Israel

Warga Gaza Meninggal
Warga
Warga Gaza Meninggal
Ratusan warga Palestina di Kota Gaza mengantre dalam barisan panjang di sekitar dapur umum sambil membawa panci kosong. Mereka sangat berharap dapat mengisi makanan meski sedikit yang bisa mereka dapatkan dari sabun tomat encer yang berisi potongan terong kecil. (Foto: ApNews)

Patrolmedia – Dalam dua hari terakhir, 23 warga Gaza meninggal kelaparan akut, bukan karena bencana alam, tapi karena agresi brutal Israel yang makin hari semakin tak beradab.

Video: Warga Gaza Antri Berebut Makanan, 23 Meninggal Kelaparan

Kelaparan massal ini bukan hal baru. Tapi sekarang, kondisinya semakin tak karuan.

Bantuan kemanusiaan dipersulit, makanan makin langka, air bersih nyaris tak ada, dan stok obat-obatan tinggal sisa-sisa.

Tenaga medis di Gaza mengatakan jumlah kematian itu terjadi di beberapa daerah, dikutip dari Middle East Eye, Selasa (22/7/2025).

Medis di lapangan sudah kewalahan, mereka menyebut situasinya sudah masuk tahap krisis kemanusiaan paling parah.

Disamping warga Gaza meninggal karena kelaparan, mereka juga ditembaki tentara Israel tanpa ada masalah saat orang-orang mengantri untuk sekedar mendapatkan bantuan makanan.

Israel dengan sengaja mengontrol ketat segala akses bantuan. Dulu, sebelum perang, sekitar 500 truk bantuan bisa masuk per hari.

Sekarang, disulap menjadi 40 truk per hari. Itu pun setelah didesak banyak pihak, Israel mengizinkan truk bantuan kemanusiaan masuk Gaza dengan jumlah terbatas.

Jika 40 truk buat 2 juta manusia, ini bukan logistik darurat, tapi genosida perlahan.

Alasannya klasik, takut bantuan disalahgunakan Hamas. Padahal yang jadi korban rakyat sipil yang bahkan tak bisa makan 2 kali sehari.

Ini bukan soal perang, ini soal kemanusiaan yang dibunuh hidup-hidup.

Sejak agresi dimulai, lebih dari 58.000 warga Palestina dibantai Israel. Rumah hancur, rumah sakit diratakan, sekolah jadi puing, dan rakyat dipaksa bertahan hidup di reruntuhan.

 

Editor: Erwin Syahril