Trump Umumkan Gencatan Senjata, Iran Justru Rudal Beersheba, 4 Orang Tewas

Iran Rudal Beersheba
Fo
Gencatan Senjata Trump
Dari kiri: Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi pemukiman di Beersheba, Israel. (REUTERS/Amir Cohen). Presiden Trump menemui tim keamanan nasionalnya di Ruang Situasi Gedung Putih, 21 Juni 2025. (Daniel Torok/Gedung Putih).

Patrolmedia, Dubai -:- Presiden AS Donald Trump mengumumkan secara sepihak bahwa Israel dan Iran sepakat untuk “gencatan senjata”.

Video: Kota Beersheba kembali dihantam rudal Iran, warga Israel menangis

Pengumuman itu disampaikan Trump setelah Iran menembakkan rudal terbatas ke pangkalan militer AS di Qatar pada hari Senin (23/6/2025), sebagai balasan atas pengeboman Amerika terhadap situs nuklir Iran.

Tak sampai disitu, Iran juga meluncurkan serangan rudal ke Beersheba Israel pada Selasa dini hari (24/6/2025).

Melansir AP News, Layanan Penyelamatan Israel, Magen David Adom mengatakan, serangan Iran membuat warga Israel kocar kacir berlari ke tempat perlindungan bom saat matahari terbit.

Dari serangan ini, setidaknya menewaskan 4 orang dan melukai 8 lainnya.

Di Beersheba, petugas tanggap darurat mengatakan mereka telah menemukan 4 jenazah dari satu gedung dan sedang mencari lebih banyak jenazah lagi.

Jalan-jalan di sekitar lokasi kejadian dipenuhi pecahan kaca dan puing, jendela-jendela gedung pecah saat para tetangga yang cemas berdiri di luar rumah mereka yang rusak.

3 orang berhasil diselamatkan dari gedung-gedung di dekatnya.

Serangan langsung di kota terbesar di Israel selatan itu terjadi beberapa hari setelah rumah sakit di kota itu mengalami kerusakan signifikan akibat serangan rudal.

Militer Israel mengimbau masyarakat dapat meninggalkan tempat perlindungan bom tetapi memperingatkan untuk tetap dekat dengan tempat perlindungan selama beberapa jam ke depan.

Berikut pernyataan Trump dalam klaim sepihaknya menyebut gencatan senjata Iran-Israel.

“GENCATAN SENJATA SEKARANG BERLAKU. JANGAN MELANGGARNYA! DONALD J. TRUMP, PRESIDEN AMERIKA SERIKAT!”

Bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menolak gencatan senjata itu.

“Sampai saat ini, TIDAK ADA ‘kesepakatan’ mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer,” tulis Abbas Araghchi dalam sebuah postingannya di X.

“Namun, dengan catatan bahwa rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 4 pagi waktu Teheran, kami tidak berniat untuk melanjutkan respons kami setelah itu,” sambung Araghchi.

Pesan Araghchi itu diunggah pada pukul 4:16 pagi waktu Teheran.

“Keputusan akhir tentang penghentian operasi militer kami akan dibuat kemudian,” tulis Araghchi lagi menegaskan.

Disamping itu, militer Israel menolak mengomentari pernyataan gencatan senjata Trump.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak segera menanggapi pesan yang meminta komentar.

Sekedar tambahan, Trump menamakan konflik Iran Vs Israel sebagai ‘Perang 12 Hari’.

Nama tersebut mengingatkan sejarah perang Timur Tengah tahun 1967 atau dikenal sebagai Perang 6 Hari.

Kala itu Israel bertempur melawan sejumlah negara Arab termasuk Mesir, Yordania, dan Suriah.

Pernyataan Trump membawa beban emosional bagi dunia Arab, khususnya Palestina.

Dalam perang tahun 1967, Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem timur dari Yordania, Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, serta Dataran Tinggi Golan dari Suriah.

Meskipun Israel kemudian mengembalikan Sinai ke Mesir, Israel masih menguasai wilayah lainnya.

 

Editor: Erwin Syahril