Batam  

PT BSP Pastikan Hak Warga Terpenuhi dan Jaga Lingkungan di Proyek KEK Tanjung Sauh

Proyek KEK Tanjung Sauh
PT BSP
Proyek KEK Tanjung Sauh
PT BSP menyalurkan berbagai sembako untuk warga pulau Tanjung Sauh yang direlokasi ke Pulau Ngenang. (Foto: PT BSP) 

Patrolmedia, Batam -:- PT Batamraya Sukses Perkasa (BSP) mempertegas komitmennya untuk memenuhi hak-hak warga yang terdampak dan menjaga kelestarian lingkungan dalam proyek KEK Tanjung Sauh di Pulau Tanjung Sauh, Batam.

Panbil Group melalui anak perusahaannya, PT BSP yang mengelola PSN dan KEK Tanjung Sauh, berkomitmen penuh pada prinsip pembangunan berkelanjutan berorientasi aspek sosial dan lingkungan.

Director of Environmental Panbil Group, Teddy Tambunan menyampaikan, Panbil Group melalui PT BSP secara aktif memperhatikan potensi dampak sosial, khususnya warga pesisir dan komunitas Suku Laut di Pulau Tanjung Sauh.

Teddy memastikan hak-hak dan kesejahteraan warga dijamin melalui kompensasi yang adil serta penyediaan fasilitas dan infrastruktur baru yang layak di lokasi relokasi, termasuk rumah yang layak huni.

“Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, kami telah menggandeng masyarakat dalam pembangunan rumah relokasi serta fasilitas pendukung di Pulau Ngenang,” ujar Teddy dalam keterangannya di Batam, Senin (16/6/2025).

“Inisiatif ini tidak hanya bersifat mitigatif, tetapi juga wujud nyata kepedulian kami ke nelayan dan kelompok masyarakat setempat yang terdampak pembangunan,” sambungnya.

Teddy mengatakan, PT BSP memahami kekhawatiran masyarakat akibat perubahan besar tersebut.

Karena itu, komunikasi yang intensif dan dialog konstruktif dengan masyarakat adalah prioritas utama menemukan solusi terbaik bagi semua pihak.

“PT BSP secara aktif berdialog dengan masyarakat setempat untuk mendengarkan masukan dan mencari solusi bersama,” katanya.

Teddy memapar, perusahaan berdedikasi pada program keberlanjutan dengan melakukan studi dampak lingkungan yang komprehensif untuk semua operasinya.

Panbil Group berkomitmen menciptakan manfaat ekonomi lokal dengan membuka lapangan kerja dan mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia yakin, pendekatan yang inklusif dan transparan akan menghasilkan investasi bermanfaat bagi semua pihak.

“Kami menekankan pendekatan humanis dalam proses relokasi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

PT BSP Beri Atensi Khusus Terhadap Perlindungan Ekosistem Laut yang Sensitif

Sebelum memulai proyek, PT BSP lebih dulu melakukan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan mendapat persetujuan lingkungan untuk mengidentifikasi potensi dampak dan merencanakan langkah mitigasi.

Masih kata Teddy, PT BSP saat ini juga telah menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).

RKL dan RPL ini sudah mencakup evaluasi terhadap dampak fisik, kimia, biologi, sosial, ekonomi, dan budaya.