27 Motor Balap Liar Disita Polsek Bengkong, Mayoritas Bocah Tanggung

Balap Liar
Polsek
Balap Liar
Polsek Bengkong menyita puluhan motor yang dipakai untuk balap liar di Sei Nayon. Kini motor-motor tersebut dan pengendaranya digiring ke Polresta Barelang. (Foto: ist) 

Patrolmedia, Batam -:- Polsek Bengkong menyita 27 unit motor yang kedapatan menggelar aksi balap liar di bekas TPA depan Pemukiman Sei Nayon, Sadai, Bengkong, pada Kamis magrib (22/5/25).

Mayoritas dari pelaku aksi balap liar ini rata-rata para bocah tanggung, kerap bikin resah pengendara lain yang melintas di kawasan itu.

Kapolsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir, mengatakan, 27 unit motor yang diamankan beserta pelaku balap liar sudah di giring ke Mapolresta Barelang.

“Para pemilik atau pengendara juga kita diberikan surat tilang, karena mayoritas masih berusia muda. Mereka juga mendapatkan pembinaan agar tidak mengulangi aksi balap liar,” kata Iptu Doddy.

Menurut penuturan warga setempat, TPA itu sudah lama dijadikan untuk trek ilegal para bocah nekat yang hobi kebut-kebutan tanpa peduli keselamatan orang lain.

Penggerebekan arena balap liar ini, lanjut Doddy, bermula dari aduan masyarakat ke Mapolsek Bengkong.

Pihaknya pun langsung bergegas menindak dari laporan dari warga dengan menggelar pada pukul 18.30 sampai 19.30 WIB.

“Kami menerima aduan masyarakat yang resah atas maraknya aksi balap liar yang sering membahayakan pengendara lain dan warga sekitar yang akan beraktivitas,” kata Iptu Doddy.

Ia menjelaskan, jalur mulus satu arah di lokasi itu memang kerap disalahgunakan jadi sirkuit liar.

Tapi kali ini, petugas sudah siap di pintu masuk. Begitu polisi datang, para pembalap dan penontonnya langsung kocar-kacir.

“Kami sudah mengedepankan imbauan secara humanis. Karena masih bandel, akhirnya dilakukan penindakan secara tegas. Ini sebagai warning kepada siapa saja agar tidak melakukan aksi balap liar,” tegas Doddy.

Ia mengatakan, patroli akan terus digelar tanpa pemberitahuan waktu atau lokasi. Sekalian juga akan disikat pengendara motor dengan knalpot brong yang sama-sama bikin gaduh.

“Kami akan terus patroli penertiban balap liar ini dengan waktu dan lokasi yang bersifat tentative guna menciptakan keamanan dan keselamatan,” ujarnya.

“Tak terkecuali motor yang pakai knalpot brong karena juga cukup meresahkan dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” tutup mantan Kanit Reskrim Polsek Seibeduk itu dengan nada serius.

 

Editor: Erwin Syahril